Ini Komentar Hamdan Zoelva Setelah Dicoret Oleh Pansel Hakim MK

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta,Sayangi.Com– Panitia Seleksi (Pansel) calon hakim konstitusi telah mencoret nama Hamdan Zoelva dari proses seleksi calon hakim konstitusi karena tak bersedia mengikuti wawancara secara terbuka oleh Pansel. Ketua Pansel Saldi Isra menganggap Hamdan Zoelva mengundurkan diri dari proses seleksi, dan tidak akan mengajukan namanya ke Presiden Jokowi yang selanjutnya akan dibawa ke DPR untuk proses uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test).

Apa komentar Hamdan Zoelva menanggapi keputusan Pansel calon hakim konstitusi tersebut?

Melalui akun twitternya, @hamdanzoelva, Hamdan memberikan penjelasan melalui 12 kicauan. Berdasarkan pantauan Sayangi.Com, Hamdan menulis twit 1 sampai 7 pada Selasa (23/12) malam. Lalu, pada Rabu siang ini, ia menambahkan 5 twit susulan.

Berikut penjelasan Hamdan Zoelva selengkapnya:

1. Saya menjaga kewibawaan institusi hakim dan Ketua MK, yang sedang saya jabat. Interview itu adalah test kemampuan dan kelayakan.

2. Persoalannya, apakah hakim MK yang oleh UUD masih ditanyakan lagi kemampuan dan kelayakannya?

3. Lalu bagaimana dengan putusannya yang telah dijatuhkan selama ini kalau kemampuan dan kelayakannya dipersoalkan.

4. Menurut saya sangat elegan kalau dilihat saja rekam jejak dan kinerja selama menjadi hakim. Tinggal pilih saja apa masih layak atau tidak

5. Dalam melihat rekam jejak, pansel meneliti berbagai putusan dan apa yang dilakukan sebagai hakim termasuk meminta masukan dari KPK dan PPATK

6. Jauh lebih utama menjaga kehormatan daripada mengejar jabatan. Jabatan hakim MK harus dijaga kehormatan dan kewibawaannya

7. Apa pun putusan presiden untuk mengajukan siapa pun, harus dihormati karena kewenangan itu ada pada presiden

8. Sedikit pun saya tidak pernah merasa paling hebat, paling luas pengetahuan dan paling layak menjadi hakim konstitusi

9. Tetapi karena sekarang sedang menjabat sebagai hakim dan Ketua MK yang oleh UUD disebut negarawan, tidak pantas mengikuti fit & proper test

10. Kepantasan dan nilai etis adalah nilai tertinggi dalam hukum di atas prosedur formal hukum

11. Bukan berarti juga seorang yang sedang menjabat otomatis diperpanjang masa jabatannya, lihatlah rekam jejaknya untuk memutuskan

12. Jika rekam jejak tidak meyakinkan, ambillah calon negarawan yang lain menjadi hakim MK. Itu sepenuhnya wewenang presiden