Tak Ada Remisi Natal untuk Narapidana Koruptor

Jakarta, Sayangi.com – Menyambut perayaan Natal tahun 2014 ini, sekitar 8.900 narapidana mendapatkan remisi atau potongan masa tahanan. Dari jumlah itu, tak satupun terpidana kasus korupsi yang mendapatkan remisi.

“Ada remisi hampir 9 ribu orang. 8.900 orang. Dan dari 150 koruptor tidak ada (yang mendapat remisi),” ujar Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (24/12/2014).

Yasonna membantah kabar bahwa pihaknya akan memberikan remisi kepada terpidana kasus cek pelayat pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Miranda Swaray Goeltom.

“Miranda kan mau diajukan tapi tidak ada remisi ya. Tidak ada. Itu yang high profile case ya. Pokoknya saya dikasih data yang pasti Ibu Miranda nggak,” tegasnya.

Pada Perayaan Natal 2013, ada beberapa napi koruptor yang mendapat remisi. Mereka adalah DL Sitorus,terpidana hukuman 8 tahun penjara pada 2005 terkait kasus perambahan hutan lindung di Padang Lawas, Sumatera Utara. Ia mendapat remisi 1 bulan.

Begitu juga Cirus Sinaga, terpidana hukuman 5 tahun penjara pada 2011 atas perkara korupsi mantan pegawai pajak Gayus HP Tambunan.

Selain itu, terpidana hukuman 10 tahun penjara pada 2010 atas kasus percobaan penyuapan terhadap Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Anggodo Widjojo juga mendapat remisi 1 bulan 15 hari.