Banjir di Malaysia Meluas, 100 Ribu Warga Mengungsi

Foto; AFP

Kuala Lumpur, Sayangi.Com– Banjir yang melanda beberapa negara bagian di Malaysia semakin meluas. Hingga hari Sabtu (27/12), sedikitnya lima orang dilaporkan tewas dan lebih dari 100 ribu warga mengungsi akibat bencana tersebut.

Regu penyelamat berjuang mendatangkan makanan dan pasokan lainnya ke kawasan timur laut Malaysia yang mengalami banjir terparah.

Menurut laporan koresponden BBC di Kuala Lumpur, Jennifer Pak, banjir juga melanda beberapa daerah di Negara Bagian Kelantan, dekat perbatasan Malaysia-Thailand.

Salah satu kota yang paling parah terendam banjir ialah Kota Bharu. Tinggi air di sana mencapai atap-atap rumah.
Bahkan, sedemikian parahnya banjir itu, jalan-jalan ke sana tidak bisa dilalui truk dan mobil sehingga satu-satunya moda transportasi ialah helikopter.

Kondisi itu menyulitkan regu-regu penyelamat yang hendak mengantarkan bantuan makanan dan pasokan lainnya ke berbagai tempat pengungsian.

“Saya akui situasi ini menantang bagi regu penyelamat dan kami berupaya sebaik mungkin untuk memastikan makanan sampai kepada para korban,” kata Wakil Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin kepada harian the Star.

Foto PM Najib Main golf

Di tengah bencana tersebut, foto-foto Perdana Menteri Najib Razak yang tengah bermain golf bersama Presiden Amerika Serikat Barack Obama di Hawaii muncul di media massa Malaysia.

Meski Najib disebut-sebut mempersingkat kunjungannya ke Hawaii dan akan mengunjungi Negara Bagian Kelantan, Sabtu (27/12), sejumlah warga Malaysia telanjur marah.

“Saya berang dengan mereka (pemerintah). Kami tidak peduli dengan politik mereka. Kami hanya ingin pemerintah melakukan apa yang seharusnya mereka lakukan dan menolong kami,” kata Farhana Suhada, salah seorang warga yang memadati tempat pengungsian di luar Kota Bharu, kepada kantor berita AFP.

Sembari mendekap bayinya yang berusia enam bulan, perempuan berusia 28 tahun itu mengaku kesulitan makanan sejak banjir melanda empat hari lalu.

”Untuk sarapan, saya hanya punya tiga biskuit dan teh. Air tidak cukup dan tiada makanan untuk bayi saya,” ujar Farhana.
Dia terpaksa meninggalkan rumahnya empat hari lalu setelah air meningkat hingga nyaris mencapai lehernya.

“Saya kehilangan segalanya. Rumah saya, mobil, dan motor rusak parah,” katanya di antara 200 orang yang memadati sekolah dua tingkat yang menjadi tempat pengungsian.

Farhana tidak sendirian. Diperkirakan lebih dari 100.000 orang meninggalkan rumah mereka akibat banjir di kawasan timur laut Malaysia.

Jumlah itu diperkirakan akan membengkak mengingat hujan akan terus mengguyur Negara Bagian Kelantan, Trengganu, dan Pahang dalam beberapa hari mendatang. (BBCIndonesia)