Pasca Hilangnya QZ8501, Saham AirAsia Anjlok

Jakarta, Sayangi.com – Saham maskapai penerbangan AirAsia turun hingga 11,6 persen sehari setelah pesawat AirAsia bernomor penerbangan QZ8501 hilang dalam penerbangannya dari Surabaya menuju Singapura.

Penjualan saham tersebut turun drastis dalam pembukaanya di bursa Malaysia, Senin (29/12) pagi tadi setelah Indonesia kembali melakukan pencarian pesawat hari ini.

AirAsia turun hingga ke angka 2,56 ringgit yang merupakan titik terendah sejak 28 November lalu di mana saham naik sebesar 21,4 persen sejak awal tahun ini.

Seperti dimuat AFP, 49 persen saham AirAsia dimiliki oleh operator asal Malaysia dan sisanya dipegang oleh investor lokal. Ini adalah kali pertama AirAsia Grup yang juga berafiliasi di Thailand, Filipina dan India menorehkan catatan kecelakaan penerbangan sejak beroperasi tahun 2002 lalu.

“Insiden AirAsia ini mengkhawatirkan. Sentimen investor terhadap penerbangan Malaysia lagi-lagi dilukai oleh insiden pesawat dalam rentang waktu yang cukup pendek,” ujar manajer investasi pada Samsung Asset Management Hongkong, Alan Richardson, seperti dikutip dari Bloomberg.

Hilangnya pesawat QZ8501 pun dikhawatirkan akan berdampak pada sentimen pasar terhadap pariwisata. “Bagi AirAsia, hilangnya pesawat tersebut kemungkinan akan memiliki dampak besar pada sentimen terhadap penerbangan regional. Harapan akan pulihnya potensi permintaan perjalanan melalui udara pada tahun 2015 kini sirna karena insiden ini,” tulis Hong Leong Investment Bank dalam laporannya.

Hingga kini, pencarian terhadap keberadaan pesawat AirAsia QZ8501 tersebut masih terus dilakukan.