Loyalis Fuad Amin Mulai Melakukan Aksi Pembelaan

Foto: Antara Jatim

Bangkalan, Sayangi.com – Kelompok para pendukung mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin mulai unjuk gigi. Hari ini, Senin (29/12) sekelompok massa mendatangi gedung DPRD Bangkalan menyuarakan tuntutan agar KPK tetap mengedepankan asas praduga tidak bersalah kepada Fuad Amin.

Sebagaimana dilaporkan Antarajatim, Massa yang mengatasnamakan diri Gerakan Masyarakat Peduli Ra Fuad (Gempur) ini datang ke kantor DPRD dengan membawa berbagai jenis poster dan spanduk yang berisi seruan kepada aparat penegak hukum dan masyarakat Bangkalan.

Terkait kasus dugaan korupsi yang melibatkan mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin Imron itu, para pengunjuk rasa ini menilai Kiai Fuad Amin yang merupakan keturunan ulama kharismatik Bangkalan dan bergelar “Raden” itu meringkuk di tahanan KPK karena dijebak.

“Ra Fuad adalah guru masyarakat Bangkalan dan berkat kepemimpinanya, maka pembangunan di Kabupaten Bangkalan bisa berkembang pesat, serta pemerintahan berjalan aman dan kondusif,” kata orator dalam aksi itu, Muskib Abbdullah Abbas, Senin (29/12).

Abbas juga meminta KPK agar tidak hanya menangkap Fuad Amin Imron, tetapi juga mengusut tuntas kasus di tubuh Pertamina.

“Kami mendukung upaya KPK dalam menegakkan supremasi hukum, namun jangan tebang pilih. Semua harus transparan, jangan sampai ditunggangi kepentingan polilik, yang hanya menguntungkan golongan tertentu,” katanya.

Sementara itu, Himpunan Generasi Madura Madura (Higemura) di tempat terpisah juga meminta KPK agar jangan seenaknya menyita semua harta Fuad Amin. Menurut Higemura, Fuad Amin dilahirkan dari kultur pesantren yang telah memiliki banyak aset untuk pengembangan pendidikan.

“Penerapan TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang) oleh KPK itu saja sudah berlebihan. KPK tidak boleh seenaknya begitu menyita semua harta Fuad Amin. Di Madura itu ada istilah ‘cabis’, dimana masyarakat menghadiahkan sesuatu untuk kiainya karena rasa hormat dan ada juga untuk pengembangan pendidikan. Hal seperti itu jelas bukan gratifikasi apalagi suap, karena tidak berhubungan dengan jabatan publik,” kata Ketua Umum Higemura Muhlis Ali, Senin (29/12).  

Menurut Muhlis, saat ini simpati masyarakat Bangkalan justru makin kuat karena menilai Fuad Amin telah dizalimi. Bagi mereka yang memiliki loyalitas tinggi tersebut, menurut Muhlis, melakukan aksi pembelaannya terhadap Fuad Amin adalah bentuk sikap sami’na wa atha’na (mendengar, patuh dan taat) kepada pemimpin.

“Aksi demonstrasi hari ini adalah salah satu bentuk pembelaan dan loyalitas tersebut. Mereka bukan tidak mengerti hukum, atau mengabaikan kewenangan KPK, tapi mereka melihat ada sesuatu yang kebablasan dilakukan KPK yang dinilai mencederai prinsip presumption of innocence. Saya kira ke depan akan makin masif,” tegas Muhlis.