Seorang Pilot AirAsia Diduga Gunakan Morfin

Jakarta, Sayangi.com – Seorang pilot pesawat AirAsia berinisial FI pada nomor penerbangan QZ7510 berute Jakarta – Denpasar diduga positif menggunakan narkoba jenis morfin, kata Staf Khusus Menteri Perhubungan Hadi M. Djuraid.

“Temuan tersebut diperoleh setelah pemeriksaan urine yang dilakukan tim Balai Kesehatan Penerbangan dan Tim Direktorat Kelaikan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kemenhub di Bandara Ngurah Rai, pagi tadi, Kamis 1 Desember 2015,” kata Hadi dalam keterangan pers tertulis, Kamis, seperti dikutip Antara.

Pemeriksaan dilakukan sesaat setelah bersangkutan mendarat Pukul 08.50 WIT di Bandara Ngurah Rai dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Cengkareng.

Semula dia akan kembali terbang ke Jakarta pukul 09.20 WIB dengan penerbangan QZ7511. Namun hasil temuan tersebut membuat pilot FI dilarang terbang dan akan diperiksa lebih lanjut di Balai Kesehatan Penerbangan Kemenhub di Jakarta.

Klarifikasi AirAsia

Pihak maskapai AirAsia telah mengkonfirmasi pemeriksaan terkait salah seorang pilotnya tersebut. Presiden Direktur AirAsia Indonesia Sunu Widyatmoko menyatakan, pilot yang terindikasi mengonsumsi narkoba bukan yang menerbangkan AirAsia QZ 8501 yang mengalami musibah kecelakaan di selat Karimata.

“Kami ingin klarifikasi terkait pemberitaan di televisi. Kabar itu memang benar bahwa pilot kami positif narkoba, namun bukan dari pesawat AirAsia QZ8501 yang mengalami kecelakaan,” kata Sunu dalam keterangan pers di Polda Jawa Timur, Surabaya, Kamis.

Sunu mengatakan, AirAsia akan melakukan tes lanjutan bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) serta rumah sakit ketergantungan obat kepada pilot berinisial FI itu demi mengetahui hasil lebih detailnya.

Menurutnya, dari hasil wawancara AirAsia dengan pilot bersangkutan sebelumnya, diketahui pilot itu baru saja menderita typus dan dirawat di rumah sakit sejak tanggal 26 hingga 29 Desember 2014.

“Yang bersangkutan masih menggunakan obat jalan, seperti sirup obat batuk. Dan biasanya obat batuk, flu yang digunakan si penderita, hasilnya terdeteksi positif, karena memang dalam obat itu ada bahan khusus,” kata dia.

Sunu menyatakan bahwa FI adalah pilot senior dan sudah bekerja selama sembilan tahun bersama AirAsia dan memiliki rekam jejak baik.

“Dia pilot senior, sudah berkeluarga, sudah memiliki keluarga,” katanya.

Menurut Sunu, usai musibah jatuhnya AirAsia QZ8501, manajemen AirAsia langsung melakukan pemeriksaan serentak kepada semua awak pesawat.