Jenazah Pramugari Khairunisa Diterbangkan ke Palembang

Foto: Antara

Palembang,Sayangi.Com– Jenazah Khairunisa, pramugari yang tewas dalam musibah kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 di Selat Karimata, Jumat (2/1) sore ini diterbangkan dari Bandara Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur, menuju kediaman orang tuanya di Kota Palembang.

“Karena proses identifikasi, pemulangan jenazah Khairunisa diundur menjadi pukul 16.00 WIB,” kata A Fanani, sepupu almarhumah, kepada Antara, di kediaman orangtua korban di Jalan Pipa Reja, Kecamatan Kemuning Palembang, Jumat.

Lelaki yang dipanggil akrab Ivan itu memprediksi, jenazah sepupunya akan tiba di Kota Palembang pada pukul 17.30 WIB. Ia mengaku terus berhubungan via telepon genggam dengan orangtua Khairunisa yang menyusul Jenazah di Surabaya.

Ivan mengungkapkan keinginan orangtua almarhumah untuk menunda pemakaman hingga Sabtu (3/1) besok. Namun jika kondisi jenazah tidak memungkinkan untuk menunggu lagi, bisa saja pemakaman akan dilakukan pada malam ini.

Ivan terakhir kali bertemu almarhumah beberapa waktu lalu saat mengantarkan adik sepupunya itu berangkat dinas ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB), Palembang.

“Dia bilang akan pulang tanggal 6 Januari 2015, saya tidak sangka itu pertemuan terakhir kami,” ungkapnya.

Di kediaman keluarga, para kerabat serta tetangga almarhumah sudah mulai berdatangan ke rumah duka sejak pagi dan mulai ramai selepas shalat Jumat hingga berita ini diturunkan.

Pihak keluarga almarhumah sudah mempersiapkan pemakaman jenazah. Nisan dan kayu pemakaman telah siap di rumah duka.

Karangan bunga juga berdatangan sejak Kamis kemarin hingga Jumat hari ini, di antaranya berasal dari Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, Ketua Komisi VI DPR A. Hafisz Tohir, Dekan Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya tempat almarhumah mengenyam bangku kuliah, Ketua DPRD Kota Palembang, Walikota Palembang, dan beberapa instansi lainnya.

Khairunisa adalah satu dari empat jenazah korban pesawat AirAsia QZ8501 yang sudah berhasil diidentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) dari kepolisian. Korban pertama yang berhasil diidentifikasi adalah penumpang bernama Hayati Lutfiah Hamid yang sudah dimakamkan di Sidoarjo pada Kamis kemarin.

Proses identifikasi jenazah Khairunisa selain melalui identifikasi data post-mortem dan anti-mortem, juga dibantu oleh properti seragam pramugari yang dikenakannya.

“Data sekunder seperti data-data medis, jenis kelamin, usia dan tahi lalat di pundak kiri, termasuk adanya properti seragam flight attendant, pin, dan nametag AirAsia atas nama Khairunisa Haidar,” kata ketua tim DVI Mabes Polri Kombes Budiyono.

Dua korban lainnya yang sudah berhasil diidentifikasi adalah Grayson Herbert Linaksita (laki-laki) dan Kevin Alexander Soetjipto (laki-laki).

Grayson adalah jenazah yang tiba pertama kali untuk diidentifikasi. Ia dikenali melalui data gigi, sidik jari dan data medis mengenai gender dan usia.

Sedangkan Kevin diidentifikasi melalui sidik jari. “Begitu ditempelkan sidik jari langsung keluar namanya karena sudah ada database di Mabes Polri,” kata Budiyono, dalam keterangan pers, di Sidoarjo, Jumat.