Nizar Zahro: Panja AirAsia Untuk Perbaikan Keselamatan Penerbangan

Foto: Istimewa

Surabaya, Sayangi.com – Komisi V DPR RI berencana membentuk Panitia Kerja (Panja) untuk melakukan investigasi terkait penyebab kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 yang mengalami hilang kontak dengan “Air Traffic Control” pada Minggu (28/12). Pembentukan Panja tersebut dinilai penting untuk perbaikan sistem keselamatan dalam penerbangan di Indonesia.

“Saya akan usulkan ke pimpinan komisi agar segera dibentuk Panja,” ujar Anggota komisi V DPR RI Nizar Zahro, ketika dikonfirmasi dari Surabaya, Jumat, seperti dikutip Antaranews.

Rencana pembentukan Panja, kata dia, lantaran pihaknya menerima informasi bahwa maskapai tidak meminta data prakiraan cuaca ke Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelum lepas landas.

“Seharusnya maskapai meminta prakiraan kondisi cuaca terbaru, atau sebaliknya BMKG yang memberikan. Ini nanti yang juga akan menjadi bahan investigasi,” ucapnya.

Menurut legislator asal Fraksi Partai Gerindra tersebut, pihaknya tidak bermaksud mencari kambing hitam atau mencari pihak yang disalahkan, namun ingin mengetahui detil peristiwa itu.

“Kami tidak ingin mencari siapa yang salah, tapi hanya ingin mengetahui secara menyeluruh terkait kecelakaan pesawat ini,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga mengusulkan agar secepatnya ada Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara komisi V DPR RI dan kementerian perhubungan, Badan SAR Nasional (Basarnas), BMKG, Badan Navigasi, maskapai penerbangan dan pihak terkait lainnya.

“Yang pasti, ini sebagai upaya antisipasi agar kecelakaan pesawat tidak terjadi lagi. Maskapai penerbangan harus lebih mementingkan keselamatan penumpang, bukan sisi komersialnya saja,” katanya.

Saat ditanya komentarnya terkait sistem dalam manajemen keselamatan penerbangan di Indonesia, Nizar meminta semua pihak yang terkait jangan berhenti untuk berbenah.

“Sejauh ini yang saya lihat telah berjalan baik. Namun kita jangan berhenti berbenah, teknologinya harus ditingkatkan. Kejadian ini mesti dijadikan momentum untuk evaluasi total dalam rangka peningkatan sistem manajemen keselamatan penerbangan,” kata Nizar kepada Sayangi.com, Jum’at (2/1) malam.

Sementara itu, terlepas dari investigasi, pihaknya mewakili Komisi V mengapresiasi Basarnas yang dengan cepat mampu menemukan sejumlah korban serta puing-puing pesawat.

“Kami terus mengimbau pencarian korban berjalan maksimal dan dilakukan sampai semua ditemukan,” kata legislator asal daerah pemilihan Madura tersebut.

Sebagai bentuk keprihatinan, Komisi V yang diwakili Yudi Widia Asia (FPKS), Damayanti (FPDIP), Musa Zainuddin (FPKB), Abdul Hakim (FPKS) dan Nizar Zahro sendiri melakukan inspeksi ke Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

“Ini juga sebagai bentuk dukungan kepada Tim Basarnas untuk tetap semangat menjalankan tugasnya,” tutur Nizar.