Bambu, Potensi Ekonomi Besar yang Terlupakan

Serang, Sayangi.com – Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN, puluhan pemuda dan mahasiswa di Banten yang tegabung dalam Banten Creative Community (BCC) melakukan kampanye kepada masyarakat untuk mengelola bambu sebagai solusi membangun Indonesia di masa yang akan datang. Komunitas kreatif di Banten tersebut menilai bahwa bambu memiliki potensi ekonomi yang tinggi dan ramah lingkungan, namun sering kali tidak diperhatikan masyarakat.

“BCC sebagai komunitas kreatif telah dan terus melakukan kampanye kreatif kepada masyarakat agar memiliki kesadaran tentang dayaguna bambu bagi ketahanan nasional, baik pangan maupun energi,” ujar Dewan Pendiri BCC, Mukoddas Syuhada dalam acara pelantikan, rapat kerja sekaligus workshop yang digelar di Kampung Bedeng, Curug Cigumawang, kabupaten Serang Banten, Rabu (31/12/2014). Acara yang bertema “Revolusi Sebatang Bambu untuk Kedaulatan Sandang, Pangan, Papan, Energi dan Lingkungan” ini digelar mulai 30 Desember 2014 hingga 1 Januari 2015.

Mukoddas juga mengungkapkan pentingnya sinergitas antara semua elemen untuk bersama-sama membangun Indonesia dari kampung sebagai entitas paling nyata dalam pembangunan nasional.

“Kami mengajak kepada seluruh masyarakat indonesia untuk turut begabung dalam gerakan membangun Indonesia dari kampung, sebuah gerakan pembaharuan yang mengusung visi kemandirian secara ekonomi, lingkungan dan energi bagi kampung-kampung di Indonesia,” katanya, melalui rilis kepada Sayangi.com, Sabtu (3/1/2015)

Hal senada disampaikan oleh Presiden BCC, Usep Mujani. Ia menilai dalam mengahadapi MEA, masyarakat harus diberikan pendampingan secara intensif agar menjadi masyarakat yang mandiri dan siap menghadapi persaingan global.

“Usaha advokasi dan program nyata telah kami lakukan dengan BCC sejak beberapa tahun kebelakang, kami optimis Indonesia punya kesempatan untuk mentransformasikan diri dari pasar yang gemuk sekaligus lemah menjadi negara kuat secara ekonomi dalam kurun dua puluh tahun kedepan dengan cara merevitalisasi usaha-usaha kreatif dan menghidupkan ekonomi desa,” pungkasnya.