Menteri Jonan Diminta Tidak Mengumbar Amarah Saat Berkabung

Foto: Ant

Jakarta, Sayangi.com – Aksi marah-marah yang dilakukan oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan di kantor maskapai AirAsia beberapa waktu lalu menuai kritik dari anggota komisi V DPR RI Nizar Zahro. Tindakan Jonan dinilai berlebihan dan justru dapat memperkeruh evakuasi korban AirAsia QZ8501.

“Akhir-akhir ini memang lagi trend pejabat marah-marah, tapi saat ini suasana kita semua sedang berkabung. Jadi sebaiknya Menhub jangan memperkeruh suasana, tahan dulu amarahnya,” kata Nizar, Minggu (4/1).

Legislator dari Partai Gerindra itu juga meminta Menhub agar jangan dulu menggembar-gemborkan persoalan administratif seperti izin terbang dan prakiraan cuaca dari BMKG di saat proses evakuasi belum tuntas.

“Kita menekankan pada Basarnas dan pihak terkait fokus pada evakuasi. Adapun hal lain yang diributkan Menhub, Airnav, agar keluar satu suara sesuai UU yang ada. Tidak saling menyalahkan dulu, tidak mencari siapa salah,”

Komisi V DPR berharap kepada Basarnas, Kemenhub, Airnav maupun manajemen AirAsia, serta KNKT, agar segera menyimpulkan hasil kerja masing-masing untuk dirumuskan dan dievaluasi untuk perbaikan pelayanan penerbangan ke depan. Selanjutnya, DPR berdasarkan temuan tim yang telah diturunkan ke Pangkalan Bun dan Surabaya juga telah menyusun sejumlah rekomendasi di antaranya terkait Standard Operasional Prosedur (SOP) penerbangan.

“Pilot, dia sudah benar ambil data cuaca walau tidak secara manual. Melalui website sudah dibenarkan. Tapi Kemenhub ingin pengambilan data cuaca dilakukan manual saat breefing,” katanya.

Begitu juga soal izin terbang yang dikeluarkan Kemenhub, bahwa hari Minggu itu tidak termasuk dalam jadwal yang dibenarkan bagi AirAsia melakukan penerbangan. Namun pihaknya mempertanyakan kenapa pihak Angkasa Pura dan ATC mengizinkan.

“Persoalan seperti ini harus dilihat secara mendalam sesuai SOP,” jelas Nizar.

Seperti diberitakan sejumlah media, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan memarahi Direktur AirAsia di Kantor Indonesia AirAsia di Cengkareng, Tangerang, Jumat (2/1/2014). Jonan marah besar lantaran salah satu Direktur AirAsia menyebutkan bahwa briefing pilot sebelum penerbangan dan pengambilan info cuaca dari BMKG secara fisik sebagai cara-cara tradisional.

Karena aksi marah Jonan tersebut, seorang penerbang bernama Fadjar Nugroho menuliskan surat terbuka kepada Menteri Perhubungan Ignasius Jonan.

“Pak Menteri, Jangan damprat kami karena mendapatkan informasi cuaca dari internet karena informasi cuaca tersebut juga dari BMKG,” tulis Fadjar Nugroho di blog ilmuterbang.com, Jum’at (2/1/2015).

“Pak Menteri, kami juga senang bapak berkunjung ke Air Asia dan memperhatikan cara kerja penerbang di sana. Kami akan senang kalau bapak juga menyempatkan diri berkunjung ke maskapai lain. Mudah-mudahan kunjungan ke paskapai lain tidak menunggu kecelakaan di maskapai tersebut,” lanjut Fadjar.