Pesawat Jatuh Bisa Dideteksi dengan Detektor Gempa

Jakarta, Sayangi.com – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memperkenalkan sebuah inovasi dalam melacak pesawat jatuh.

Kepala PVBMG Mohamad Hendrasto mengatakan getaran akibat hunjaman pesawat yang menghantam daratan bisa terekam oleh alat perekam gempa bumi.
“Dari rekaman getaran itu bisa di-trace (dilacak) sumber atau lokasinya,” ujar Hendrasto, Senin (5/1).

Hendrasto mengungkapkan, cara ini teruji dalam kecelakaan pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, Bogor, 9 Mei 2012 yang lalu. Tabrakan pesawat dengan lereng gunung ternyata terekam oleh peralatan pemantau aktivitas kegempaan gunung api PVMBG.

Beberapa hari setelah peristiwa itu, Hendrasto meminta anak buahya memeriksa alat pemantau di gunung-gunung yang berdekatan dengan lokasi jatuhnya pesawat.

“Ternyata terekam di Stasiun Pengamatan Gunung Salak dan Gunung Gede,” ungkapnya.

Dikatakan Hendrasto data rekaman seismik hunjaman pesawat ke daratan itu bisa dimanfaatkan untuk menelusuri lokasi musibah. Cara membedakan jatuhnya pesawat dengan aktivitas gempa vulkanis adalah waktu munculnya getaran, “Sesaat dan langsung hilang.” Lembaga yang juga bisa melacak kejadian ini adalah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), karena memiliki stasiun pengamat gempa bumi.