Partai Republik Kuasai Senat dan DPR AS

Foto: BBC

Washington, Sayangi.Com– Partai Republik akan memulai sesi legislasi dua tahun ke depan dengan menguasai Kongres Amerika Serikat yang menganut sistem dua kamar (bikameral). Republik, partai berhaluan konservatif yang kini menjadi oposisi, menguasai 55 dari 100 kursi di Senat dan 246 dari 435 kursi DPR (House of Representative), mayoritas terbesar partai itu dalam 70 tahun.

Para Senator dan anggota DPR, baik yang baru maupun anggota lama yang terpilih kembali, sudah diambil sumpahnya pada Selasa (6/1) siang waktu Washington.

Dengan dikuasainya kedua majelis di Kongres oleh Partai Republik, Presiden Obama diperkirakan akan sulit menerapkan berbagai kebijakannya.

Agenda utama pihak Republik antara lain mensahkah persetujuan jaringan pipa Keystone XL, perluasan jaringan pipa minyak yang kontroversial dan sudah tertahan selama beberapa tahun karena ditentang Presiden Obama.

Partai Republik mendukung proyek Keystone XL itu karena berpendapat akan menciptakan lapangan kerja dan menjurus pada kemandirian energi bagi AS. Tetapi, Partai Demokrat menilai proyek tersebut dapat mengundang bencana lingkungan, dan bahwa semua atau sebagian besar pekerjaan itu akan bersifat sementara.

Suara di Senat untuk mensahkan proyek tersebut mungkin akan cukup namun Gedung Putih mengatakan bahwa Presiden Barack Obama, yang berasal dari Partai Demokrat, akan memveto undang-undang itu jika sudah sampai ke mejanya.

Obama sudah menggunakan hak vetonya sebanyak dua kali selama enam tahun menjabat presiden dan diperkirakan akan semakin sering menggunakannya dengan peta politik di Kongres.

Partai Republik juga diperkirakan akan ‘menyerang’ perubahan kebijakan imigrasi Obama dan undang-undang kesehatan yang sering disebut ‘Obamacare’.

Sementara itu, DPR AS akan kembali dipimpin oleh John Boehner dari Partai Republik. Kepemimpinan Boehner sempat dipertanyakan oleh beberapa anggota Partai Republik. Salah satunya adalah anggota DPR dari Texas, Louis Gohmert, yang mengatakan saatnya untuk berubah setelah ‘selama bertahun-tahun berbagai janji tidak dipenuhi’.

Namun Boehner ternyata mendapat dukungan dan terpilih kembali sebagai Ketua DPR dalam sidang hari Selasa. (BBC)