Minyak Dunia Anjlok ke 47 Dollar AS, Terendah Sejak April 2009

New York,Sayangi.Com– Harga minyak dunia jatuh ke tingkat terendah dalam 5,5 tahun pada Selasa (6/1) waktu New York (Rabu pagi WIB), dipicu oleh kebijakan Arab Saudi yang menyalahkan lemahnya pertumbuhan ekonomi global dan mempertahankan tingkat produksi minyaknya.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari, merosot 2,11 dollar AS menjadi ditutup pada 47,93 dollar AS per barel, posisi terendah sejak akhir April 2009.

Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Februari turun 2,01 dollar AS menjadi menetap di 51,10 dollar AS per barel, tingkat terendah sejak awal Mei 2009.

“Pasar masih khawatir tidak ada tanda-tanda bahwa membanjirnya pasokan akan mulai turun,” kata analis Nordea Markets, Thina Margrethe Saltvedt, seperti dikutip AFP. .

James Williams dari WTRG memprediksi, pelemahan di pasar bisa membawa harga hingga di bawah 40 dollar AS per barel.

“Pada dasarnya, ada keberlanjutan kekhawatiran tentang OPEC tidak mengurangi produksinya, terutama Arab Saudi, dan produksi Amerika Serikat terus meningkat,” kata dia.

Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Salman, dalam pidato atas nama Raja Abdullah yang sedang sakit pada Selasa mengatakan, pertumbuhan global yang lemah yang harus disalahkan untuk jatuhnya harga, yang telah mengiris pendapatan pengekspor minyak terbesar di dunia itu.

“Perkembangan ini bukanlah hal yang baru di pasar minyak, dan kerajaan di masa lalu menghadapinya dengan tegas dan bijaksana,” katanya. Ia menyatakan, Arab Saudi akan mempertahankan “pendekatan yang sama” terhadap pasar.

Pernyataan Pangeran Salman itu tampak mempertegas tekad Riyadh untuk mempertahankan pangsa pasarnya, bukan mengurangi produksi, sekalipun itu akan mendorong harga lebih rendah.

Pada Senin, Arab Saudi dilaporkan menurunkan harga ekspor ke Eropa dan Amerika Serikat dalam upaya untuk mempertahankan pangsa pasarnya.

Harga minyak juga terus menurun karena pasar memperkirakan persediaan minyak mentah Amerika Serikat meningkat.

Persediaan minyak mentah AS mungkin meningkat 700.000 barel menjadi 386,2 juta barel dalam pekan yang berakhir 2 Januari, menurut survei Bloomberg menjelang rilis laporan dari Badan Informasi Energi AS (EIA) pada Rabu.

Produksi AS naik menjadi 9,13 juta barel per hari hingga 26 Desember, tingkat tertinggi sejak 1983, menurut EIA.

Terlebih lagi, tidak ada tanda-tanda bahwa Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) akan memangkas produksinya dalam menanggapi kemerosotan harga.

Juru bicara Kementerian Perminyakan Irak Asim Jihad pada Minggu mengatakan bahwa negaranya berencana untuk meningkatkan ekspor minyak mentah menjadi 3,3 juta barel per hari bulan ini. Irak mengekspor 2,94 juta barel per hari pada Desember, angka tertinggi sejak 1980-an.

Produksi OPEC turun sebesar 122.000 barel per hari pada November menjadi 30,24 juta barel pada bulan lalu, menurut survei Bloomberg.

Harga minyak mentah telah merosot lebih dari 50 persen dari harga puncak pada Juni 2014 di tengah kekhawatiran tentang berlimpahnya pasokan global dan melemahnya permintaan. (Antara)