GMN: PAN Partai Terbuka, Tak Bisa Ketum Ditentukan Amien Rais

Foto: Istimewa

Jakarta, Sayangi.com – Ketua Umum Garda Muda Nasional (GMN) Kuntum Khairu Basa mengatakan, saat ini Partai Amanat Nasional (PAN) sudah menjadi partai yang terbuka, bukan hanya milik Muhammadiyah. Menurut Kuntum, di era kepemimpinan Hatta Rajasa berbagai kelompok, etnis dan golongan turut bergabung. Dari akademisi, aktivis, tokoh masyarakat, ulama, pendeta, artis, santri dan sebagainya yang sebelumnya sangat sulit untuk disatukan.

“Beliau sangat mengayomi semua elemen, apalagi generasi muda. Sebut saja di jajaran wasekjen DPP PAN, ada Wahyuni Refi (mantan Ketum GMNI), Rodli Kaelani (Mantan Ketum PB PMII), Rusli Halim (Mantan Ketum PP IMM), Taufik Amrullah (Mantan Ketum PB KAMMI), Deliarnooer ( Mantan Ketum PB PII), Rahmat Kardi (Mantan Ketum PB GPI), saya sendiri (alumnus Gontor). Dan masih banyak lagi yg tdk bisa disebutkan satu persatu. Inilah prestasi terbesar dari sosok Hatta Rajasa,” kata Kuntum dalam rilis yang diterima Sayangi.com, Kamis (8/1).

Juru bicara seluruh Organisasi Otonom (Ortom) PAN ini menambahkan, karena sudah menjadi partai terbuka, maka ketua umum PAN ke depan tidak boleh lagi ditentukan hanya oleh seorang Amien Rais.

“Ketua umum harus di tentukan oleh pemegang mandat, yaitu DPD masing-masing kabupaten/kota, DPW Propinsi, Ortom-ortom PAN dan 3 suara mewakili DPP,” tambah panitia Steering Committee (SC) Kongres PAN itu.

Menurutnya, sikap Amien yang selalu mengintervensi dan menentukan sepihak ketua umum PAN adalah bentuk diktator terselubung yang membahayakan kehidupan demokrasi.

“Saya yakin 1000%, kalau Pak Amien tetap saja terus menerus mengintervensi, maka akan berdampak buruk terhadap PAN dan banyak yang akan lari dari partai berlambang matahari ini,” pungkasnya.