NRN Kirim Surat Terbuka Minta Jokowi Mundur dari Kursi Presiden

Jakarta, Sayangi.com – Joko Widodo (Jokowi) diminta mundur dari jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia. Alasannya karena Jokowi dinilai sudah tidak mampu melaksanakan tugasnya sebagai orang nomor satu di Republik.

Permintaan mundur tersebut terungkap dalam Surat Terbuka yang dikeluarkan Presiden Negara Rakyat Nusantara (NRN) Yudi Syamhudi. Menurut Yudi, bila Jokowi tidak mundur, Indonesia akan semakin suram. 

Namun demikian, Yudi tetap pesimistis meskipun berganti presiden, Indonesia akan mengalami kemajuan.

“Siapapun yang memerintah di Negara Republik Indonesia, akan menjadi koruptor dan menipu rakyatnya. Karena Negara Republik Indonesia dari dulu hingga kini selalu mengikuti kata tuannya, yaitu korporasi asing yang menggunakan tangan-tangan Negara Kapitalis untuk menjadikan Indonesia sebagai Negara Boneka,” kata Yudi dalam surat terbuka yang diterima wartawan di Jakarta, Rabu (4/2/2015).

Berikut petikan surat terbuka dari Presiden NRN untuk Presiden Jokowi:

 

SURAT TERBUKA UNTUK PRESIDEN IR.H.JOKO WIDODO

 

Jakarta, 4 Februari 2015

Kepada YTH.

Bapak Ir. H. Joko Widodo

Di Tempat.

Bersama ini, saya sampaikan surat terbuka untuk meminta bapak Presiden mundur dari jabatannya, karena tidak mampu bekerja dan akan membuat rakyat semakin gelap.

Selain itu dengan kemunduran bapak Presiden, Negara Rapublik Indonesia sudah tidak perlu dipertahankan lagi, atau dengan kata lain “dibubarkan.”

Siapapun yang memerintah di Negara Republik Indonesia, akan menjadi koruptor dan menipu rakyatnya, karena Negara Republik Indonesia dari dulu hingga kini selalu mengikuti kata tuannya, yaitu korporasi asing yang menggunakan tangan-tangan Negara Kapitalis untuk menjadikan Indonesia sebagai Negara Boneka.

Alangkah indahnya, bapak Presiden saat di kekuasaan ketika mengetahui kondisi di Negara secara jelas, bahwa hanya dijadikan sapi perahan untuk para penjajah, dengan rendah hati turun dari kekuasaan dan mendukung Negara Rakyat Nusantara untuk menggantikan Negara Republik Indonesia. Dan menempatkan Rakyat sebagai Pemilik Negara.

Demikian surat terbuka ini saya sampaikan untuk dapat dijadikan pertimbangan.

Terima Kasih. 

Salam.

Yudi Syamhudi Suyuti

Presiden Negara Rakyat Nusantara.