Ini Surat Edaran Cara Menyebut Presiden Jokowi

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mangatakan, pihaknya telah mengeluarkan Surat Edaran ke seluruh daerah terkait penyebutan kepada Presiden Jokowi. Penerbitan Surat Edaran itu karena ada permintaan dari Sekretaris Kabinet Andi Wijajanto untuk menyeragamkan penyebutan nama Presiden Joko Widodo.

“Itu perintah Setkab bahwa kalau dalam acara resmi tidak perlu Yth Bapak Ir. Haji Joko Widodo, jadi disingkat saja menjadi Yth Presiden Indonesia Bapak Jokowi. Karena kalau Presiden ke daerah kan ada yang menyebut Jokowi, Joko Widodo atau insinyur Joko Widodo. Jadi biar seragam saja,” kata Tjahjo di Jakarta, Jumat (6/2).

Menurut Tjahjo, dalam surat edaran itu diatur penyebutan nama presiden cukup dengan kalimat “Yang Terhormat Presiden Indonesia, Bapak Jokowi”. Dengan surat edaran itu maka diharapkan instansi-instansi di daerah punya sebutan yang sama untuk Presiden RI yang lebih dikenal dengan nama Jokowi itu.

“Selama ini juga kan kalau Pak Presiden ke daerah, itu penyebutannya macam-macam. Ada yang mengatakan Jokowi, lalu ada juga yang menyebut Joko Widodo, atau menggunakan penyebutan gelar insinyurnya. Karena itu diatur biar seragam,” ungkapnya.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Andi Widjojanto mengatakan permintaan penerbitan surat edaran setelah presiden menginginkan penyebutannya tidak perlu disertai penggunaan gelar. Jokowi ingin dipanggil dengan sapaan akrabnya saja.

“Presiden ingin disapa Bapak Jokowi. Presiden tidak ingin disapa Bapak Ir H Joko Widodo,” ujarnya.