Debit Air Katulampa Siaga 4, Bogor Masih Terus Diguyur Hujan

Katulampa, Sayangi.com – Kepala Bendungan Katulampa, Jawa Barat, Andi Sudirman menyatakan air di papan mercu Bendungan Katulampa telah mencapai 80 sentimeter atau siaga 4 setelah wilayah Bogor Puncak diguyur hujan lebat semalaman.

“Air masih bertahan dalam status siaga 4,” kata Kepala Bendungan Katulampa, Andi Sudirman di Bendungan Katulampa, Senin.

Ia memprediksi air akan sampai ke Jakarta dalam waktu 12 jam ke depan. Hujan deras dan sedang masih terus turun merata di seluruh wilayah Bogor. “Kami terus memonitor keadaan Bendungan Katulampa jika hujan tidak berhenti hingga sore debit air akan terus naik,” katanya.

“Semoga saja hujan berhenti,” katanya. Jika hujan tidak berhenti Jakarta akan kebanjiran.

Saat ini, kata dia, Pemerintah DKI Jakarta sudah kerepotan dengan hujan yang merata di wilayah Jakarta karena air hujan telah menggenangi beberapa wilayah di Jakarta. Jika ditambah air kiriman dari Bendungan Katulampa banjir akan terus meluas di beberapa wilayah Jakarta.

“Pagi tadi status air masih normal dan berada di batas 30 sentimeter,” katanya. Tetapi kalau hujan tidak berhenti hingga sore hari Bendungan Katulampa akan terus menaikan status siaganya.

Ketinggian air Bendungan Katulampa terus menaik dan masuk siaga 4 mulai pukul 13.30 WIB. Volume air yang mengalir dari Bendung Katulampa ke Jakarta diperkirakan mencapai 68.094 liter per detik. “Jumlah ini akan bertambah banyak jika wilayah Kabupaten Bogor, Depok, dan Jakarta juga diguyur hujan,” katanya.

Sesuai prediksi BMKG, puncak hujan akan terjadi pada bulan Februari 2015. Maka Pemerintah Daerah diharapkan selalu siaga menghadapi bencana akibat curah hujan yang tinggi di wilayah Bogor.

Sementara itu, Kepala BPBD Kabupaten Bogor, Yos Sudrajat, mengatakan, BPBD sudah menyiapkan 16 komponen personil siaga bencana.

“Mereka terdiri atas Kodim, Polres, Dinsosnakertrans, Dinkes, Dinas Tata Bangunan dan Pemukiman, RSUD, Dinas Bina Marga dan Pengairan, Diskominfo, ESDM, Satpol-PP, DKP, PDAM, PMI, Pramuka serta BPBD,” katanya.

Ia melaporkan bahwa BPBD Kabupaten Bogor saat ini telah memiliki peralatan peringatan bencana banjir dan longsor di beberapa kecamatan Sukamakmur dan Gunung Putri Kabupaten Bogor. Melalui alat ini, ia berharap jika ada tanda-tanda bencana bisa diketahui lebih cepat sehingga bisa mengurangi resiko korban jiwa. (An)