NRN Ajak TNI Bersama Rakyat, Bukan Tunduk Lagi Pada Presiden

Jakarta, Sayangi.com – Negara Rakyat Nusantara (NRN) mengajak Tentara Nasional Indonesia (TNI) agar lebih bersama rakyat daripada tunduk kepada Presiden RI. Sebab secara konstitusi, kedudukan TNI saat bersama Rakyat, bukan bersama Presiden atau Pemerintah.

“TNI dalam konstitusi disebut sebagai alat pertahanan untuk menjaga keutuhan NKRI dan tunduk pada Presiden dan DPR RI. Namun di kepala konstitusi disebut Kedaulatan Tertinggi ada di tangan Rakyat, dan konstitusi itupun dibuat oleh prinsip dari rakyat,” kata Presiden NRN Yudi Syamhudi Suyuti dalam rilis yang diterima wartawan di Jakarta, Senin (9/2/2015).

Oleh karenanya kata dia, kedudukan Rakyat memiliki tingkat tertinggi, karena Rakyat adalah pemilik Negara. Sementara Pemerintah dan DPR itu pelayan dan wakil rakyat.

“Tapi itupun sudah di selewengkan, karena hatinya pada busuk,” ujarnya.

Yudi melihat bahwa kondisi Negara saat ini sudah mulai hancur. Oknum pelaku langsungnya kata dia, adalah Presiden Jokowi sebagai Kepala Negara. Melihat praktek politik Jokowi sebagai kepala Negara adalah sebuah langkah pertahanan bagi kaum pemodal untuk menguras semua sumber daya kemakmuran di Negara Indonesia secara rakus.

“Para pemodal yang menjadi kelompok oligarki ini tentu memegang lisensi dari perjanjian internasional di KMB yang menempatkan Indonesia berada di bawah Belanda sampai sekarang. Sehingga tangan NKRI dipandang sebagai organisasi yang dapat digunakan untuk menjarah, merampok, dan menguras oleh para penjajah atau pengijon rakyat dan bangsa kita,” ungkapnya menandaskan.

“Jadi sebagai rakyat dan bangsa yang sangat sadar atas keadaan penghisapan berhak menggugat Negara untuk dibubarkan. Kita yang punya, masak kita dibohongi. Semua juga ada dasar hukum tertingginya, yaitu hak kepemilikan atas Negara secara teritori yang aset-asetnya ada di dalamnya. Selain itu kata dia, dalam konstitusi juga tertulis, khususnya pada UUD 45 Pasal 1 dan Pasal 28. Ini tidak main-main, kita bicara hukum tertinggi bukan bicara asal tembak.”

Dalam kesempatan ini, sebagai Rakyat, ia juga mengajak rakyat untuk bersama-sama, membubarkan NKRI, agar semua hak-hak rakyat kembali kepada mereka.

“Kemudian kita bangun bersama-sama, Negara Rakyat Nusantara untuk mencapai kemanusiaan dan keadilan sosial. Sebagai Negara yang menggantikan Indonesia. Kita akan terhapus dari hutang-hutang luar negeri dan aset-aset bangsa kembali lagi ke kita. Tidak di tangan penjajah yang dulu bernama British India Company, VOC sekarang ada banyak korporasi asing. Ini Pengamalan Pancasila yang benar. Bukan Pancasila yang palsu,” paparnya.