Komjen BG Ajukan 73 Bukti untuk Lawan KPK

Jakarta, Sayangi.com – Kuasa hukum Komisaris Jenderal Budi Gunawan, Frederick Yunadi, mengaku mempunyai puluhan barang bukti yang akan digunakan untuk mendukung kliennya di sidang praperadilan.

“Ada 73 barang bukti yang kami siapkan,” kata Frederick di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (10/2).

Karena jumlah barang buktinya puluhan, ragamnya pun banyak. Frederick mengungkapkan, ada barang bukti berupa kliping koran, surat perintah penyidikan, surat perintah tugas, hingga mimik pimpinan KPK.

“Dalam keterangan, mereka mengejek klien kami, mimik mengejek. Mereka itu kan pejabat negara, enggak boleh begitu,” ungkap Frederick.

Sarpin Rizaldi, hakim yang memimpin jalannya sidang, telah menerima salinan dari barang bukti yang disiapkan oleh pihak BG. “Saya terima dulu salinannya, tapi saya belum bisa mempertimbangkan,” tuturnya.

Sidang lanjutan praperadilan yang diajukan BG hari ini mengagendakan pembuktian pihak BG atas dalil-dalil praperadilan yang disampaikan dalam sidang kemarin. Hakim memberikan waktu dua hari, yakni Selasa dan Rabu untuk pembuktian. Adapun, pembuktian kuasa hukum KPK baru akan digelar pada sidang Kamis dan Jumat.

Sidang ini juga diawasi Komisi Yudisial. Komisioner Komisi Yudisial Ibrahim mengatakan pihaknya mengerahkan tiga orang, termasuk dia, untuk mengawasi persidangan praperadilan tersangka korupsi Komisaris Jenderal Budi Gunawan, Selasa (10/2).

“Ada dua staf pengawasan dari komisioner dan saya sendiri. Staf di sayap kiri dan kanan,” kata Ibrahim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Ibrahim menegaskan, keberadaannya dan staf bukan untuk mengintervensi jalannya sidang. Tetapi dia dan tim hanya memastikan sidang berjalan sesuai hukum acara yang berlaku.

Ibrahim menilai, jalannya sidang sejauh ini sudah cukup bagus. Hakim Sarpin Rizaldi pun dinilai cukup transparan dalam memimpin persidangan meskipun independensinya masih harus tetap diawasi dan diperhatikan.

“Kalaupun nanti dia mengabulkan permohonan pemohon, kan tinggal dilihat apa legal reason-nya dan itu teruji. Kami anggap hakim profesional lah,” ujarnya.