Densus 88 Diminta Turun Tangan Atasi ‘Sabotase’ Banjir Versi Ahok

Jakarta, Sayangi.com – Aparat Kepolisian RI, khususnya Densus 88 diminta untuk segera merespon pernyataan Ahok terkait banjir yang melanda kawasan Istana, Jakarta, Senin (9/2/2015). Pernyataan Ahok yang mengatakan bahwa banjir tersebut terjadi akibat sabotase, perlu diungkap kepolisian.

“Densus 88 harus turun tangan dan segera mencari pelaku sabotase, terhadap pihak-pihak yang tidak senang dengan Ahok dan Jokowi berkuasa,” kata pengamat banjir di Ibu Kota DKI Jakarta Ali Mustofa kepada wartawan di Jakarta, Selasa (10/2/2015).

Menurutnya hal itu penting dilakukan, sehingga publik tidak bertanya-tanya mengenai pelaku sabotase tersebut.

Hanya saja Ali sendiri mengaku heran dan tidak memahami adanya sabotase yang dimaksud Ahok. Ia hanya bisa menduga bahwa apa yang patut dicurigai terkait pelaku sabotase tersebut, yaitu pertama, unsur orang-orang di Jakarta yang sengaja menyumbat parit-parit ibu kota, atau warga Bogor yang sengaja mengirim air banjir ke Jakarta.

“Kedua, boleh jadi juga pawang hujan sebagai salah satu pihak yang patut dicurigai sebagai pelaku. Kemampuan mereka mengalihkan hujan sangat berbahaya. Karena itu kalau ada ditemui pawang hujan diluar daerah Jakarta, komat kamit menggelar ritual tolak hujan, harus segera dilaporkan untuk ditangkap Densus 88,” jelasnya.

Seperti diketahui, pada Senin (9/2/2015), Ahok tiba-tiba mengungkap adanya dugaan pelaku sabotase terkait banjir yang melanda ibu kota, khususnya kawasan Istana Negara, di Jalan Medan Merdeka.

“Kenapa jadi meluap ke sini (Ring 1). Makanya, begitu lihat CCTV Istiqlal connection lost (hilang koneksi) saya sudah curiga, ada apa tiba-tiba (CCTV mati),” kata Ahok.