Diancam 4 Tahun 6 Bulan, Gulat Manurung Menangis

Jakarta, Sayangi.com – Terdakwa kasus suap Gubernur Riau nonaktif Anas Maamun, Gulat Medali Emas Manurung terlihat menangis saat membacakan pledoinya. Mengenakan kemeja lengan panjang warna putih dan celana abu-abu, Gulat meneteskan air mata saat memasuki bagian akhir pembelaan.

“Kalau saya dipenjara empat tahun, saya akan diberhentikan sebagai dosen dan PNS, sungguh tidak bisa saya bayangkan,” kata Gulat dengan suara parau di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (12/2).

Gulat pun menangis tersedu dan meminta diberi kesempatan memperbaiki kesalahannya. Gulat menyesal tidak mendengarkan nasihat istrinya untuk membatasi pergaulan. Akibatnya, Gulat pun dimanfaatkan oleh orang lain hingga menjadi terdakwa kasus suap Annas.

“Istri dan anak saya yang harus menanggung malu,” ujar Gulat terisak.

Demi mendapat keringanan hukuman, Gulat pun membeberkan sederet prestasinya sebagai dosen dan peneliti di Universitas Riau, Pekanbaru.

Gulat menyebut pernah terpilih sebagai dosen terbaik se-Indonesia Barat pada 2009. Selain itu, Gulat mengklaim telah mengembangkan pola perkebunan sawit yang dapat mengurangi sengketa antara masyarakat kecil dan perusahaan sawit yang sering terjadi di Riau.

Gulat menolak dakwaan jaksa penuntut umum yang menyatakan dia telah menyuap Annas Maamun demi memuluskan alih fungsi lahan miliknya seluas 140 hektare.

Duit sebesar Rp 2 miliar yang diserahkannya pada Annas di Cibubur, disebut Gulat merupakan uang pinjaman Annas.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut Gulat Medali Emas Manurung dengan hukuman penjara selama 4 tahun 6 bulan. Gulat dinilai JPU terbukti bersalah telah melakukan tindak pidana korupsi.

“Menuntut, supaya majelis hakim menjatuhkan putusan kepada terdakwa Gulat Medali Emas Manurung dengan pidana penjara selama 4 tahun 6 bulan,” kata JPU pada KPK, Kresno Anto Wibowo di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (5/2).