Jokowi Dinilai Manfaatkan Eksekusi Mati Untuk Tutupi Kelemahan

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Ketua SETARA Institute Hendardi menilai kesigapan Jokowi menolak grasi terpidana kasus Narkoba dan semangat Kejaksaan Agung untuk mengeksekusi terpidana mati gelombang kedua merupakan cara menutupi kelemahan kinerja pemerintahan di bidang hukum, khususnya terkait dengan ketegangan KPK-Polri.

“Merasa gagah karena menolak grasi seperti yang disampaikan Jokowi dalam beberapa forum adalah kepongahan, yang sebenarnya tidak ada hubungan langsung dengan prestasi seorang Presiden,” kata Hendardi dalam pernyataan kepada Sayangi.com, Kamis (12/2).

Sekali lagi, lanjut Hendardi, hukuman mati tidak pernah mendapat pembenaran dengan alasan apapun, termasuk kecemasan ancaman Narkoba bagi generasi muda. Menurut Hendardi, mencegah peredaran narkoba yang akuntabel dan sungguh2-sungguh jauh lebih utama daripada mengeksekusi mati para terpidana.

“Jokowi akan mengalami kesulitan diplomatik untuk melindungi 229 WNI yang saat ini terancam hukuman mati di luar negeri,” ujarnya.