Soal Hukuman Mati, Menlu Berikan Penjelasan ke Australia

Foto: theage.com

Jakarta, Sayangi.com – Rencana eksekusi dua terpidana mati kasus narkoba kelompok Bali Nine, Andrew Chan dan Myuran Sukumaran diprotes pemerintah Australia.

Untuk memberikan penjelasan, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi pun sibuk berkomunikasi dengan pemerintah asal dua terpidana itu.

Retno mengatakan, pemerintah konsisten untuk berkomunikasi dengan pemerintah Australia. Misalnya, dirinya yang menjalin kontak dengan Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop melalui telepon dan surat.

”Dua kali melalui telepon. Bishop juga mengirim surat ke saya, pertama sendiri, kedua bersama shadow prime minister-nya,” kata Retno di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (12/2).

Retno mengungkapkan, hari ini komisaris dari Kemenlu sedang berkomunikasi di depan parlemen Australia untuk menyampaikan kebijakan pemerintah Indonesia atas pelaksanaan hukuman mati itu.

Disampaikannya ke Julie, Hukuman mati bukan persoalan menyangkut kenegaraan.

”But, this is crime, against extraordinary crime,” terang mantan dubes RI untuk Kerajaan Belanda itu.

Sebagai Menlu, dia akan tetap berkomunikasi menjelaskan dengan bahasa yang konsisten seperti itu.

Indonesia sudah darurat kejahatan narkoba. Pasalnya, Indonesia menjadi pasar terbesar bagi peredaran dan perdagangan narkoba di Asia dan urutan ketiga di dunia.

”Apakah kejahatan seperti ini akan kita biarkan? Berapa harga yang akan dibayar oleh generasi muda Indonesia?” ujarnya.