Bamsoet: Jika BG Menang dan Tak Dilantik, Jokowi Lakukan Kebohongan Publik

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Anggota Komisi III DPR, Bambang Soesatyo menilai Jika Senin (16/2) besok hakim praperadilan memenangkan Budi Gunawan (BG) dan sore harinya presiden menggelar pelantikan Kapolri, maka tsunami politik yang dikhawatirkan banyak pihak tidak akan terjadi.

“Namun, sebaliknya, jika BG batal dilantik, berarti untuk kesekian kalinya Presiden Joko Widodo memperlihatkan perilaku inkonsisten bahkan bisa dituduh melakukan kebohongan publik,” tegas Bamsoet, sapaan akrab Bambang Soesatyo dalam rilis yang diterima Sayangi.com, Minggu (15/2).

Bamsoet menekankan bahwa Janji menunda, tetapi kemudian membatalkan adalah kebohongan. Tidak sepantasnya perilaku seperti itu dipertontonkan oleh seorang presiden.

Menurutnya, publik masih ingat bahwa pada jumpa pers Jumat (16/1) malam di Istana Merdeka, Jokowi menegaskan, BG masih berstatus calon Kapolri meski sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Penegasan ini dikemukakan setelah Sidang Paripurna DPR menyetujui BG untuk menjabat Kapolri.

Saat itu, Presiden Joko Widodo menegaskan tidak membatalkan pelantikan BG. Jokowi bahkan memberi penekanan khusus pada kata penundaan.

“Jadi menunda, bukan membatalkan. Ini yang perlu digarisbawahi,” ujar Bamsoet menirukan kata-kata Jokowi saat itu.

Apalagi, lanjut Bamseot, pada hari yang sama, Jokowi langsung menerbitkan dua keputusan; memberhentikan dengan hormat Jenderal Sutarman sebagai Kapolri dan mengangkat Komjen Pol Badrodin Haiti sebagai Plt Kapolri. Dengan dua putusan ini, diasumsikan bahwa pelantikan BG hanya soal waktu.

“Tapi tampaknya tanda-tanda pembatalan pelantikan BG mulai terlihat ketika presiden berkomunikasi dengan pimpinan DPR tentang kemungkinan mengajukan calon Kapolri baru minus BG,” katanya.

Komunikasi dengan pimpinan DPR itu kemudian ditindaklanjuti dengan inisiatif Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyaring dan mengajukan usulan sejumlah nama calon Kapolri kepada Presiden.

“Nah, kita tinggal menunggu saja apakah presiden dapat mengambil keputusan yang tepat atau justru sebaliknya. Menjadi blunder politik yang membuat pemerintah ini makin tidak efektif dan kehilangan kewibawaan,” ujar Bamsoet.