Serangan di Kopenhagen, Polisi Tembak Mati Satu Orang

Kopenhagen, Sayangi.com – Kepolisian Denmark menembak mati seorang pria di Kopenhagen, Minggu, dalam pengejaran gencar setelah dua penembakan menewaskan dua orang dan melukai lima lagi.

Sekitar pukul 05.00 GMT (12.00 WIB), kepolisian menyatakan menembak seorang pria di Norrebro, wilayah di Kopenhagen tidak jauh dari tempat dua serangan tersebut.

Pencarian tersebut dilakukan besar-besaran dengan melibatkan helikopter dan kendaraan lapis baja di wilayah Kopenhagen, yang biasanya damai.

Kepolisian belum memberikan kepastian hubungan pria yang ditembak mati tersebut dengan dua serangan itu.

Sebelumnya pada Sabtu (14/2), setelah penembakan pertama, Perdana Menteri Denmark Helle Thorning-Schmidt mengatakan bahwa penembakan tersebut merupakan serangan teroris yang memliki kemiripan dengan serangan di kantor Charlie Hebdo, Paris.

“Kami meyakini serangan tersebut bermotif politik, dan dengan demikian itu adalah serangan teroris,” kata Helle Thorning-Schmidt, Sabtu, di dekat kafe yang menjadi lokasi penembakan pertama.

Penembakan tersebut, yang menewaskan satu laki-laki berumur 55 tahun, terjadi dalam acara di sebuah kafe yang mengundang seniman kontroversial Lars Vilks, orang Swedia pelukis kartun Nabi Muhammad dan karenanya pernah mendapat ancaman mati.

Acara tersebut juga dihadiri oleh Duta Besar Prancis Francois Zimeray yang memuji dukungan Denmark atas kebebasan berpendapat terkait peristiwa di kantor Charlie Hebdo yang menewaskan belasan orang.

Polisi meyakini Lars Vilks adalah sasaran serangan tersebut, namun penembakan itu tidak sesuai sasaran.

Beberapa jam setelahnya, serangan kedua terjadi di dekat sinagoga Kopenhagen, yang berjarak tempuh 1,5 jam dari lokasi penembakan pertama, merenggut nyawa satu orang dan melukai dua personel polisi.

Belum ada keterangan lebih lanjut apakah serangan-serangan ini dilakukan oleh orang atau kelompok yang sama.

Presiden Dewan Eropa Donald Tusk, menyebut serangan teror pada Sabtu tersebut sebagai “teror terhadap nilai-nilai fundamental dan kebebasan, termasuk kebebasan berekspresi”.

Terkait penembakan, Presiden Prancis Francois Hollande juga mengutus Menteri Dalam Negeri Bernard Cazeneuve untuk berkunjung ke Ibu Kota Denmark pada Minggu.

Denmark sendiri menjadi target serangan teror setelah pada 10 tahun lalu mempublikasikan kartun Nabi Muhammad yang mengakibatkan terjadinya gelombang protes oleh warga Muslim dunia.

Kartun tersebut merupakan hasil karya Lars Vilks yang menggambarkan Nabi Muhammad sebagai anjing yang menyebabkan banyak kematian.

Vilks sendiri berhasil selamat setelah mendapatkan perlindungan dari kepolisian Swedia sejak 2010. Dua tahun setelahnya, seorang perempuan Amerika dihukum 10 tahun karena berencana membunuh kartunis tersebut. (An)