Setelah Deklarasi, NRN Siap Bentuk Struktur Pemerintahan

Foto: Istimewa

Jakarta, Sayangi.com – Presiden Negara Rakyat Nusantara (NRN) Yudi Syamhudi Suyuti mengatakan, setelah dideklarasikan pada 1 Februari 2015, NRN memiliki beberapa agenda utama, yaitu membentuk struktur Pemerintahan NRN, Majelis Kerajaan dan Budaya. Ia juga mengajak wilayah-wilayah nusantara untuk merdeka.

“Kemudian kita melakukan perjuangan politik, bubarkan NKRI dan mengajak wilayah-wilayah se nusantara membentuk negara-negara merdeka, dan terjalin hubungan kemerdekaan, solidaritas, kerjasama bersama NRN,” kata Yudi dalam keterangannya di Jakarta, Senin (16/2/2015).

Oleh karena itu, di dalam Pemerintahan NRN, terdapat Dewan Tinggi dari negara-negara merdeka yang merupakan struktur pemerintahan kolektif kolegial se-Nusantara.

“Ini adalah manifestasi dari kesejajaran dalam kehidupan bangsa-bangsa. Kita memperjuangkan kemerdekaan tapi kita juga memperjuangkan solidaritas dan kerjasama solid. Karena, jika dari bangsa-bangsa Nusantara merdeka tapi masih dikuasai asing dan penjajahan politik serta ekonomi masih terjadi, itu artinya belum merdeka. Di sinilah kita membangun persatuan Negara-Negara merdeka se Nusantara dengan kerjasama, bukan dengan hegemonisasi monolitik, karena garis ken-Nusantaraan adalah merdeka dan kemerdekaan harus dijaga bersama-sama dengan azas kekeluargaan,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa semua pergerakan NRN dilakukan secara terbuka sesuai garis konstitusional UUD 45 ,hukum cultural, dan hukum internasional. Karenanya, perjuangan NRN legal dan tidak bertentangan dengan koridor konstitusional. NRN dibentuk dari kesadaran rakyat dan melakukan aksi berpegang pada politik,hukum dan kenyataan yang ada.

“Kita ingin bubarkan NKRI sebagai rakyat yang berhak menentukan atas Negara. Dan tentu,kita akan menyadarkan rakyat terus menerus bahwa NKRI sudah tidak mungkin dipertahankan, karena tidak akan dan tidak pernah mampu memberikan kehidupan baik rakyat pemilik Negaranya.”

Alasan tersebut jelas dia, merupakan alasan yang berdasar pada hukum lokal, nasional, dan internasional.

“Saya optimis, dalam waktu tidak lama lagi Negara Rakyat Nusantara akan benar-benar berdaulat dan memiliki masa depan yang sangat terang. Jika NRN bersama gerakan Negara-Negara merdeka ini bekerja sama dengan baik. Kejayaan bangsa Nusantara akan cepat tercapai. Apa yang kita rasakan sebagai kemiskinan, kebodohan, kesengsaraan, dan ketidakadilan tidak akan pernah terjadi lagi,” tandasnya.

“Saat ini kami mendukung dan memperjuangkan kemerdekaan Papua, Aceh, Maluku, Borneo, Sumut, Minangkabau, Jawa, Sunda, Bali, Madura, Sulawesi dan wilayah-wilayah lainnya untuk menentukan nasibnya sendiri membentuk Negara.”