Yahudi Denmark Tolak Tawaran Netanyahu Agar Pindah ke Israel

Copenhagen, Sayangi.com – Para warga negara Denmark berdarah Yahudi menolak tawaran Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar mereka pindah ke Israel, menyusul terjadinya serangan akhir pekan terhadap sebuah sinagoga (tempat ibadat kaum Yahudi) di Kopenhagen. 

“Kami berterima kasih untuk rasa kekhawatiran Netanyahu, namun demikian, kami adalah warga Denmark. Kami adalah warga Denmark Yahudi, kami ini warga negara Denmark dan teror tidak akan membuat kami pindah ke Israel,” kata juru bicara Masyarakat Yahudi di Denmark, Jeppe Juhl, lapor AFP. 

“Kami mengerti kekhawatiran beliau menyangkut keadaan kami, dan kami menghargai kekhawatirannya. Tapi kami adalah warga negara Denmark dan kami tetap tinggal di Denmark. Kalaupun kami pindah ke Israel, itu karena alasan-alasan lain,” ujarnya kepada AFP. 

Netanyahu pada Minggu mengimbau para warga Yahudi Eropa untuk pindah ke Israel setelah seorang pria Yahudi terbunuh di luar sinagoga utama di Kopenhagen dalam salah satu dari dua serangan yang terjadi di kota itu pada akhir pekan. 

“Israel adalah rumah kalian. Kami sedang menyiapkan dan mengimbau dilakukannya imigrasi massal dari Eropa,” kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan.

Imbauan itu merupakan pengulangan permintaan serupa yang disampaikanya setelah terjadinya serangan oleh para pejihad di Paris bulan lalu, yang menewaskan 17 orang termasuk empat warga Yahudi. 

Badan intelijen Denmark mengatakan pria bersenjata, yang melakukan penembakan di luar sinagoga itu serta di sebuah pusat kebudayaan, kemungkinan terinspirasi serangan Islamis bulan lalu di Paris. 

Dua polisi, yang mengalami luka-luka di luar sinagoga, sebelumnya ditempatkan di lokasi itu setelah para pemimpin masyarakat menghubungi pihak berwenang, menyusul terjadinya penembakan pada Sabtu di pusat kebudayaan tersebut hingga menewaskan satu orang. 

Ada sekira 8.000 orang Yahudi yang tinggal di Denmark, sebagian besar di Kopenhagen, sementara kelompok-kelompok masyarakat Yahudi yang lebih kecil tinggal di Aarhus dan Odense, demikian menurut Masyarakat Yahudi Denmark.