Gedung Putih Merasa Dikerjai Israel Soal Negosiasi Nuklir Iran

Washington, Sayangi.Com– Gedung Putih, kantor kepresidenan AS di Washington D.C, menuduh Israel telah mengaburkan posisi Amerika Serikat dalam pembicaraan nuklir dengan Iran dengan membocorkan dokumen-dokumen secara selektif sehingga meningkatkan ketegangan sebelum kunjungan kontroversial perdana menteri Israel ke AS.

“Kami melihat terus berlanjutnya pembocoran bagian-bagian informasi tertentu yang dicomot sana sini dan kemudian dimanfaatkan dalam konteks mengaburkan posisi Amerika Serikat dalam negosiasi itu,” kata Juru Bicara Gedung Putih Josh Earnest kepada wartawan, Rabu (18/2) waktu Washington, seperti dikutip Reuters.

“Tak bisa dipungkiri lagi bahwa beberapa hal yang disebutkan Israel dalam mengarakterisasi posisi negosiasi kami adalah tidak akurat,” kata Earnest.

Earnest merujuk laporan New York Times yang menyebutkan para pejabat Israel mengatakan AS telah membatasi mereka dalam pembicaran nuklir Iran. Seorang pejabat Uni Eropa telah diingatkan oleh Washington bahwa informasi yang diterima sang pejabat telah secara selektif dibocorkan Israel.

Kritik yang langka dari pejabat AS itu disampaikan menjelang pidato Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengenai Iran di depan sidang pleno Kongres atas undangan Ketua DPR yang asal Republik John Boehner. Pidato akan disampaikan 3 Maret mendatang.

Undangan Boehner ini telah membuat tegang hubungan AS dan Israel di mana Netanyahu yang ingin menghukum Iran berusaha bekerjasama dengan Republik dalam menunjukkan penentangan mereka terhadap kebijakan Presiden Barack Obama menyangkut Iran.

Manuver ini juga disebut-sebut berkaitan dengan upaya mendongkrak suara Netanyahu menjelang Pemilu di Israel.

Obama yang tak begitu baik hubungannya dengan Netanyahu telah menyatakan tidak mau bertemu dengan PM Israel itu dengan alasan konstitusi AS melarang para presiden AS bertemu dengan para pemimpin dunia yang sedang menghadapi Pemilu, karena Pemilu Israel akan berlangsung pada 17 Maret.

Boehner sendiri mengundang Netanyahu bulan lalu tanpa berkonsultasi dengan Gedung Putih. Kubu Demokrat menyebut manuver ini telah menghina Obama, demikian Reuters.