Dikawal Ratusan Polisi, Labora Sitorus Akhirnya Dijemput Paksa

Foto: Antara

Sorong,Sayangi.Com– Ajun Inspektur Satu (Aiptu) Labora Sitorus, terpidana kasus rekening gendut dan pencucian uang yang melarikan diri dari Lapas di Sorong, Papua Barat, akhirnya dijemput paksa oleh tim gabungan dari kejaksaan, polisi, dan TNI pada Jumat (20/2) sekitar pukul 07.30 WIT dan langsung dibawa ke Lapas Sorong.

Pendukung Labora Sitorus sempat menghalang-halangi eksekusi penjeputan paksa itu dengan memblokir jalan menuju rumahnya di kawasan Tampa Garam, Sorong. Namun, secara umum penjemputan paksa itu dapat dikatakan berjalan lancar karena mendapat pengawalan dari ratusan anggota polisi serta personel TNI AL dan TNI AD.

Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan bahwa eksekusi terhadap terpidana Aiptu Labora Sitorus, berlangsung lancar pada Jumat pagi sekitar pukul 07.30 WIT. Labora Sitorus yang belum siap saat dijemput, dipersilahkan untuk mandi terlebih dahulu dan berkemas.

“Eksekusi sudah dilakukan dan tepat pukul 09.00 WIT, LS sudah berada di lembaga pemasyarakatan (LP) Sorong,” kata Brigjen Pol Paulus Waterpauw. Saat dibawa ke LP Sorong, Labora Sitorus didampingi oleh anggota Komnas Ham.

Ia mengatakan, saat eksekusi berlangsung anggota Polres Raja Ampat yang dilaporkan memiliki rekening senilai Rp1,5 triliun itu tidak menandatangi surat eksekusinya melain hanya memberikan cap jempol.

Kejati Papua Herman da Silva secara terpisah mengaku eksekusi sudah berhasil dilakukan dan saat ini LS berada di LP Sorong.

“Tugas kami untuk mengeksekusi LS sudah selesai,” kata Herman da Silva yang juga mengatakan, bila LS merasa keberatan atas putusan MA yang memutus 15 tahun penjara dan denda Rp5 miliar ia dipersilakan mengajukan peninjauan kembali (PK).

Aiptu Labora Sitorus diketahui tidak berada di LP Sorong saat kejaksaan ingin menyerahkan surat keputusan MA tertanggal 13 September 2014 yang memutuskan hukuman 15 tahun dan denda Rp5 miliar. Ternyata. ia berada di rumahnya di kawasan Tampa Garam, Sorong, setelah sebelumnya mendapat ijin keluar LP Sorong dengan alasan sakit.

Sumber: Antara