Intelijen AS dan Inggris Curi Kode Rahasia Komunikasi Seluler Dunia

Foto: mashable.com

Washington DC, Sayangi.com – Sebuah laporan mengungkapkan bahwa dinas intelijen AS, National Security Agency (NSA) dan dinas intelijen Inggris, Government Communications Headquarters (GCHQ) telah bekerjasama mencuri kode-kode rahasia yang memungkinkan keduanya menyadap komunikasi seluler di seluruh dunia.

Seperti dilansir Press TV, Jumat (20/2), “whistleblower” terkenal dan mantan kontraktor NSA, Edward Snowden, mengatakan kepada situs The Intercept, Kamis (19/2), bahwa kedua dinas intelijen itu telah bekerjasama untuk meretas jaringan perusahaan komunikasi Belanda, Gemalto, untuk “memonitor secara rahasia sebagian besar komunikasi seluler dunia, termasuk informasi data dan suara”.

Gemalto adalah perusahaan pembuat kartu SIM terbesar di dunia, menjadi penyedia kartu seluler bagi perusahaan-perusahaan komunikasi raksasa seperti AT&T, T-Mobile, Verizon dan Sprint. Demikian disebutkan laporan itu.

“Dengan kunci-kunci enskripsi curian itu, dinas inteligen bisa memonitor komunikasi seluler tanpa harus mendapat persetujuan dari perusahaan-perusahaan komunikasi dan pemerintah-pemerintah asing, tanpa meninggalkan jejak,” lanjut laporan itu.

Laporan itu muncul beberapa hari setelah perusahaan pembuat piranti lunak keamanan Rusia mengumumkan bahwa NSA telah menemukan cara untuk untuk menyembunyikan perangkat mata-mata pada piranti-piranti keras yang diproduksi oleh perusahaan-perusahaan komputer dunia seperti Western Digital, Seagate, Kaspersky, Toshiba dll.

Baru-baru ini Kaspersky mengumumkan bahwa program-program mata-mata telah ditemukan di perangkat komputer di 30 negara. Beberapa negara yang menjadi sasaran tersebut adalah Iran, Rusia, Cina, Pakistan, Afghanistan, Mali, Suriah, Yaman, Aljazair, dll.