Wasekjen Golkar: Mahkamah Partai Adalah Angin Segar Bagi Semua Kader

Jakarta, Sayangi.com – Bagi seluruh kader Partai Golkar, yang paling penting saat ini adalah bagaimana menyelesaikan dualisme kepengurusan DPP Partai Golkar berdasarkan peraturan perundang-undangan yang ada dan berorientasi untuk kebesaran organisasi. Sehingga Partai Golkar dapat mengikuti agenda-agenda politik nasional yang terdekat yaitu Pilkada Serentak tahun 2015 ini.

Demikian dikatakan oleh Wasekjen DPP Partai Golkar Riyono Asnan, menanggapi berlarut-larutnya proses islah antara kubu Munas Bali dan Ancol.

Riyono menyambut baik atas kesediaan kedua belah pihak yang bersedia bertemu untuk menyelesaikan konflik yang ada berdasarkan ketentuan hukum.  
“Mahkamah Partai adalah bagian dari keputusaan hukum yang dihasilkan dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat beberapa waktu yang lalu,” kata Riyono kepada Sayangi.com, Jumat (20/2).

Menurut Riyono, Mahkamah Partai adalah instisusi yang diamanatkan oleh Undang-Undang No. 2 Tahun 2011 tentang perubahan atas UU No 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik.

“Dalam undang-undang Partai Politik disebutkan secara tegas bahwa perselisihan Partai Politik diselesaikan oleh internal partai politik, yang dimaksud internal parpol adalah mahkamah partai,” terangnya.

Ditambahkan Riyono, jika merujuk  undang-undang tentang partai politik, perselisihan partai politik mekanismenya memang dimulai dari Mahkamah Partai terlebih dahulu sebelum dibawa ke pengadilan. Nanti jika ada pihak-pihak yang kurang berkenan dengan keputusaan Mahkamah Partai maka dapat dibawa ke pengadilan.  

“Tingggal bagaimana kedua belah pihak ini berbesar hati dan berjiwa lapang untuk sama-sama mencari solusi yang terbaik dan memikirkan masa depan organisasi daripada kepentingan yang orientasinya jangka pendek yaitu adu kuat, menang kalah yang pada akhirnya mengorbankan kepentingan yang lebih luas,” sambungnya.  

Riyono meminta, Mahkamah Partai harus memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada semua pihak  dan  secara adil untuk mengajukan bukti dan argumentasi yang kuat dan dapat dipertanggunjawabkan. Sehingga dari data dan argumentasi yang dikemukakan oleh kedua belah pihak tersebut dihasilkan keputusan yang jernih, adil dan bisa diterima oleh kedua belah pihak tanpa ada yang merasa dikalahkan sehingga menimbulkan luka dan dendam berkepanjangan.

“Upaya penyelesaian melalui Mahkamah Partai ini adalah angin segar bagi seluruh kader Partai Golkar yang mendambakan bersatunya kembali semua elemen Partai Golkar yang saat ini berbeda pandangan demi kemajuan dan kejayaaan Partai Golkar,” tegasnya.

Seperti diketahui, selain menolak gugatan kubu Munas Ancol, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat juga memerintahkan penyelesaian konfik Partai Golkar melalui internal partai yaitu Mahkamah Partai. Mahkamah Partai Golkar sejauh ini sudah dua kali menggelar sidang. Rencananya pekan depan Mahkamah Partai akan mengambil keputusan setelah mendengar jawaban dan argumentasi kubu Munas Bali.