Presiden Brasil: Kami Hanya Menunda, Bukan Menolak

Brasilia, Sayangi.com – Presiden Brazil, Dilma Rousseff, membenarkan telah menolak surat kepercayaan Duta Besar RI, Toto Riyanto pada Jumat kemarin. Kepada reporter, Rousseff seolah memberikan sinyalemen penolakan tersebut akibat eksekusi mati yang dilakukan Kejaksaan Agung pada bulan lalu terhadap Marco Archer Cardoso Moreira.

Dikutip dari Fox News, Jumat, 20 Februari 2015, Rousseff tidak menolak sama sekali penerimaan surat kepercayaan, melainkan hanya menunda.

“Kami yakin situasi terus berkembang untuk memperjelas mengenai kondisi hubungan kami dengan Indonesia,” kata dia.

Dubes Toto Riyanto telah berada di Istana Presiden untuk menyerahkan surat kepercayaan dari Pemerintah Indonesia pada Jumat kemarin. Selain Toto, terdapat beberapa Dubes lainnya, antara lain Dubes Venezuela, Maria Lourdes Urbaneja, Dubes Panama, Edwin Emilio Vergara, dan Dubes Salvador, Diana Marcela Vanegas.

Namun, Dubes Toto tiba-tiba diinformasikan bahwa Presiden Rousseff tidak bersedia menerima surat kepercayaan tersebut. Artinya, dia tidak akan bisa mewakili Indonesia di Brazil.

Saat ini, satu warga Brazil lainnya, yaitu Rodrigo Muxfeldt Gularte terancam eksekusi mati dalam waktu dekat. Rousseff juga telah menuliskan surat pengampunan kepada Presiden Joko Widodo. Selain itu, Gularte baru-baru ini didiagnosa menderita penyakit skizofrenia paranoid.

Mengetahui hal itu, Pemerintah Brazil kian kukuh untuk meminta agar eksekusi terhadap Gularte dibatalkan. Brazil meminta agar Gularte dirawat di rumah sakit jiwa.