Indonesia Dinilai Belum Siap Hadapi Pasar Bebas Asean

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Menteri Perdagangan Rachmat Gobel mengatakan Indonesia masih menjadi pasar dan sektor industrinya masih belum mumpuni untuk bersaing, karenanya belum siap menghadapi pasar besar ASEAN atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Menurut Rachmat, Indonesia saat ini masih sibuk memikirkan kesiapan menghadapi perdagangan bebas tersebut delapan bulan menjelang penerapan MEA.

“Saya melihat banyak orang bertanya tentang MEA bagaimana kesiapan kami. Saya rasa itu sudah ada bagaimana kesiapan habis untuk diskusi,” kata Rachmat, di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (23/2).

Diungkapkannya, saat ini yang harus dipikirkan adalah penerapan kesiapan Indonesia dalam menghadapi perdagangan besar tersebut.

“Saya melihat bagaimana implementasinya dari pada kesiapan kita, bagaimana daerah siap, juga pengusahanya. Menurut saya belum mempunyai pemikiran yang sama, realitanya kami belum siap,” ungkap Rachmat.

Menurut Rachmat, Indonesia belum bisa mengeloola insentif bagi pengusaha. Karena itu, sektor industri yang mendorong pertambahan nilai harus ditingkatkan bersama dengan penataan aturan, agar Indonesia bisa siap menghadapai pasar bebas ASEAN.

“Bagaimana Indonesia masuki MEA, Asean plus China, apakah Indonesia siap hal itu apakah melemahkan atau kami bisa membangun pertambahan nilai. Kalau kami tidak atur sedemikian rupa melemahkan industri kecil,” ujarnya.