Dukung KEK Tanjung Lesung, Pemerintah Siap Bangun Jalan Tol

Foto: setkab.go.id

Pandeglang, Sayangi.Com– Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada seluruh stakeholder yang terlibat dalam pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) wisata Tanjung Lesung agar lebih serius, mengingat proyek ini sudah tertunda 24 tahun sejak tahun 1991.

“Ini harus cepat dilaksanakan karena dunia begitu cepat berubah. Kalau tidak kita ambil pasti diambil negara lain. Kalau kita tidak tarik kesini akan ditarik negara lain. Ini cepet-cepetan,” kata Jokowi saat meresmikan KEK Tanjung Lesung, di Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, Senin (23/2).

Seperti dirilis di laman setkab.go.id, Presiden mengaku senang karena KEK Tanjung Lesung akan menjadi kawasan khusus pariwisata. Ia mengingatkan, KEK yang sudah ditetapkan sejak tahun 1991 dan dibuat Keputusan Presiden (Keppres) pada 3 tahun lalu, jangan lagi dibiarkan oleh Pemda atau Pemerintah Pusat.

“Jangan harap mimpi KEK akan terwujud jika tindakan pemerintah daerah maupun pusat dan stakeholder lainnya masih tidak serius dan terus menunda-nunda,” tuturnya.

Pemerintah Pusat, lanjut Presiden Jokowi, siap mendukung apapun untuk terwujudnya KEK itu, termasuk pembangunan jalan tol Jakarta – Tanjung Lesung.

“Apa yang diminta? Jalan tol? Tadi saya sudah menghubungi Menteri Pekerjaan Umum, dan sudah saya instruksikan tahun ini pembangunan jalan tol sudah dimulai,” kata Jokowi.

Menurut Presiden Jokowi, kemungkinan pembangunan tol akan menghabiskan dana Rp 5 triliun. Namun itu tidak masalah karena setelah pembangunan selesai, dalam beberapa tahun angka tersebut akan kembali.

“Tapi jika tol selesai sedangkan infrastruktur yang dijanjikan tidak kunjung selesai, juga akan percuma,” kata Presiden.

Karena itu, kata Presiden, pembangunan kawasan Tanjung Lesung ini dua-duanya harus bareng. Jalan tol pemerintah pusat mengerjakan, sementara pembebasan tanah oleh Pemda, dan juga segera diwujudkan hotelnya, ada untuk industri kecil, serta marina untuk yacht-nya.

Presiden meyakini jika KEK Tanjung Lesung selesai, maka kawasan sekitar Pandeglang akan maju karena peredaran uang akan besar.

“Pak Bupati tinggal punguti pajak, pasti income untuk daerah akan besar. Lapangan pekerjaan akan tersedia,” paparnya.

Luas 1.500 ha

Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung didirikan di atas lahan seluas 1.500 ha, dan memiliki garis pantai sepanjang 13 km, dengan fasilitas terintegrasi berkelas dunia dan eksotisme alam dengan budayanya. Operasional pembangunan KEK Tanjung Lesung dilakukan oleh PT Banten West Java Tourism Development Corporation (BWJ).

Direktur Utama PT BWJ Setiawan Mardjuki dalam siaran persnya mengatakan, sesuai dengan amanat Peraturan Pemerintah (PP) No. 26/2012, KEK Tanjung Lesung harus beroperasi pada akhir Februari 2015.

Hingga saat ini, menurut Setiawan, bermodalkan lahan seluas 1.500 hektare (ha), KEK Tanjung Lesung telah memiliki sejumlah penginapan bertaraf internasional seperti 44 unit villa istimewa dengan fasilitas private pool yaitu Kalicaa Villa Estate, 61 unit villa di Tanjung Lesung Beach Hotel, the Blue Fish, the Sailing Club, dan Green Coral Exclusive Camping.

Intinya, ucap Setiawan, banyak hal yang dapat dilakukan selama berada di Tanjung Lesung, khususnya bagi para pecinta olahraga air. Snorkeling, diving, banana boat, hingga sailing dapat dilakukan di fasilitas The Beach Club.

Wisatawan tak hanya dapat melakukan aktivitas olahraga air, namun juga berpartisipasi melestarikan lingkungan laut dengan mempelajari cara transplantasi terumbu karang di lokasi konservasi yang terletak di tengah laut.

Hadir dalam peresmian KEK Tanjung Lesung itu antara lain Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Pariwisata Arief Yahya, dan Gubernur Banten Rano Karno.