Tato Hello Kitty Membawa Masalah

Jakarta, Sayangi.com – Kejadian penyekapan siswi di Bantul Yogyakarta karena memiliki tato bergambar Hello Kitty adalah kejadian memilukan dimana penyekapan korban juga diikuti oleh penyiksaan yang tergolong sadis.

“Kejadian ini adalah tamparan bagi semua pihak khususnya institusi pendidikan yang bertangung jawab atas pengawasan formal juga lingkungan informal, dalam hal ini adalah masyarakat itu sendiri,” kata deklarator Bantul Damai, Moh Khaozen dalam rilis yang diterima Sayangi.com, Selasa (24/2).

Khaozen mengapresiasi tindakan cepat yang dilakukan oleh Polres Bantul. Menurutnya kasus ini biasanya luput dari pengawasan pihak berwajib.

“Langkah paling kongkrit adalah mendesak pihak berwajib untuk segera menangkap dan memproses pelaku kejahatan di luar kebiasan tersebut, karena pelakunya masih berstatus pelajar,” lanjut tokoh pemuda Bantul itu.

Khaozen juga mendesak pemangku kebijakan lokal untuk menertibkan wilayahnya masing-masing. Ditambahkannya, objektifitas dalam membongkar kasus ini harus transparan.

“Pihak polri jangan menutupi kejadian yang sebenarnya karena informasi yang berkembang bahwa pelaku dan korban masih berinteraksi dalam satu komunitas,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya mengetahui motif kejadian ini agar ada upaya treatmen yang tepat untuk mengantisipasi maraknya kejahatan atau kekerasan yang dilakukan oleh pelajar.

“Upaya pencegahan kejahatan adalah tangung jawab semua pihak apalagi menyangkut anak di bawah umur,” pungkasnya.