Sejumlah Bahan Pokok Ikut Naik Akibat Melambungnya Harga Beras

Foto: Sayangi.com/Emil

Cilacap, Sayangi.com – Melambungnya harga beras yang kini mencapai Rp 11 ribu per kilogram di tingkat pengecer mengakibatkan sejumlah bahan pokok di pasar tradisional Cilacap, Jawa Tengah turut naik.  

Pedagang sayur di Pasar Karangpucung, Sarinem mengatakan harga cabe mulai naik lagi sepekan terakhir. Sebelumnya pada akhir Desember 2014 lalu harga Cabe sempat mencapai Rp 80 ribu per kilogram. Namun pada pertengahan Januari 2015 mulai turun.

“Titik terendah pada akhir hingga awal Februari. Harga cabe rawit merah hanya Rp 18 ribu per kilogram,” katanya, Rabu (25/2).

Ternyat harga rendah cabe ini haya bertahan hingga pertengahan Februari. Cabe mulai ‘pedas’ lagi di pertengahan Februari. Sarinem menduga harga sembako yang  naik mempengaruhi kenaikan harga cabe ini, terutama beras. Selain itu, pasokan cabe juga mulai berkurang dibanding awal Februari.

“Beras yang awalnya dijual seharga Rp 9000 mulai naik sampai Rp 10 ribu. Bahkan sekarang malah Rp 11 ribu,” ujarnya.

Saat ini harga cabe rawit merah di tingkat pengecer mencapai Rp 40 ribu per kilogram. Padahal sepekan lalu, harganya masih Rp 32 ribu per kilogram. Diprediksi harga cabe akan naik lagi lantaran pasokan yang minim.

Seorang pemasok sayuran mengatakan kenaikan harga cabe dan beberapa komoditas sayur lainnya disebabkan banyaknya tanaman yang terendam banjir. Akibatnya banyak tanaman yang mati.

“Wajar kalau harganya tinggi lagi. Soalnya pasokan minim. Yang berhasil panen juga sedikit,” jelasnya.

Selain cabe, beberapa bahan pokok lain yang naik adalah minyak goreng curah, gula pasir, tepung terigu, dan aneka bumbu dapur.