Elit PDIP Diminta Berhenti Menekan Jokowi dan Kabinet Kerja

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Wacana seputar perombakan nama-nama Menteri di Kabinet Kerja Jokowi-JK yang digulirkan elit PDI Perjuangan akhir-akhir ini nampaknya akan terus menjadi berita panas. Hal ini diakibatkan adanya isu soal keinginan politik “Teuku Umar” serta elit PDIP lainnya yang dipersyaratkan bagi Presiden Jokowi agar mengganti beberapa nama menteri seperti Rini Soemarno, Andi Widjayanto, Sofyan Djalil, Sudirman Said yang dinilai menjadi ‘duri’ bagi kepentingan jangka panjang partai berlambang banteng tersebut.

Demikian disampaikan Koordinator Jaringan Nasional Relawan Aswaja, Arief Rachman, dalam rilis yang diterima Sayangi.com, Rabu (25/2).

“Munculnya tekanan yang dialamatkan kepada Presiden Jokowi untuk mengganti beberapa menteri dari kalangan profesional murni, menjadi catatan kami dalam menilai jalannya pemerintahan Jokowi-JK dalam waktu sekarang ini,” kata Arief.

Menurut Arief, hal ini menjadi sangat taktis dan cenderung bias. Karena seperti diketahui, pemerintahan Jokowi-JK baru saja bekerja sekitar 4 bulan.

“Jauh lebih penting menjaga ritme kerja pemerintahan yang masih berada pada fase awal konsolidasi kerja untuk mendorong secara segera pemenuhan harapan yang dinantikan publik seperti soal pangan, energi, kesehatan, pendidikan, infrastruktur kawasan serta keamanan nasional. Ini semua dibutuhkan kerja keras dan fokus, jauh dari tekanan politik,” sambungnya.

Atas situasi yang berkembang saat ini, demikian Arief, Jaringan Nasional Relawan Aswaja memberikan sejumlah pandangan.

“Pertama, biarkan Jokowi-JK bersama Kabinet Kerja bekerja dengan baik dan tenang, jangan diganggu dengan kepentingan politik sesaat yang justru akan merugikan bangsa dan negara,” ujarnya.

Kedua, lanjut Arief, mengimbau elit PDIP sebagai partai pengusung utama Jokowi-JK menjadi garda terdepan dalam mengawal jalannya pemerintahan.

“Ketiga,munculnya wacana reshuffle kabinet yang digulirkan pihak-pihak tertentu akan membuat situasi pemerintahan tidak kondusif dan cenderung negatif bagi pemerintahan Jokowi-JK yg sedang berjuang keras memenuhi harapan publik,” pungkasnya.