Jokowi: Prioritaskan Pencegahan Dalam Pemberantasan Korupsi

Foto: Setkab

Jakarta, Sayangi.Com– Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kepada kepada Komisi Pemberantasan Korupsi, Polri, dan Kejaksaan Agung agar melakukan pemberantasan korupsi dengan memberikan prioritas pada pencegahan.

”Namun, kalau betul-betul ada tindakan yang sudah menyimpang dan merupakan kejahatan, harus ditindak tegas,” kata Jokowi, saat memberikan keterangan pers usai menerima Jaksa Agung HM Prasetyo, Wakapolri Komjen Pol. Badrodin Haiti, dan Plt Pimpinan KPK Taufiequrachman Ruki, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (25/2).

Dalam pertemuan sekitar 30 menit itu, Jokowi juga meminta kepada ketiga pimpinan penegak hukum itu agar menghilangkan ego sektoral, harus dapat saling mendukung, dan bisa membangun public trust dalam pemberantasan korupsi.

Presiden memberi contoh praktik pembalakan liar, penambangan ilegal, dan illegal fishing sebagai tindak kejahatan dengan nilai triliunan rupiah, yang perlu mendapat perhatian dari Polri, Kejaksaan, dan KPK.

Mark-up Anggaran

Menjawab pertanyaan wartawan, Jaksa Agung HM Prasetyo menggaris bawahi pesan Presiden untuk memberikan prioritas pada pencegahan tindak pidana korupsi. Untuk itu, katanya, Kejaksaan Agung bersama Polri dan KPK akan mengawal pelaksanaan program kerja Pemerintah.

“Kita akan soroti proyek-proyek yang sejak awal kita duga ada penggelembungan (mark-up) anggaran. Juga soal ekonomi biaya tinggi di pelabuhan dan beberapa sektor lainnya,” kata Prasetyo.