Sering Marah-Marah, PPJ Sarankan Ahok Periksa ke Psikiater

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dikenal sering marah-marah. Tidak hanya kepada anak buahnya, belakangan Ahok dikabarkan marah kepada warga DKI Jakarta yang mengadukan permasalahannya soal sengketa tanah.

Direktur Pusat Pengkajian Jakarta (PPJ) Muhlis Ali menilai, sikap Ahok tersebut tidak mencerminkan seorang pemimpin yang baik. Menurut Muhlis, sebagai seorang pemimpin, seharusnya Ahok bisa bertututur kata yang lebih sopan, bukan dengan membentak-bentak bawahan ataupun warganya.

“Seharusnya sebagai seorang gubernur, Ahok bisa memberikan rasa tenteram dan rasa nyaman kepada warganya. Salah satunya adalah dengan tutur kata yang baik, bukan dengan emosi,” kata Muhlis di Jakarta, Rabu (25/2).

Muhlis menilai, Ahok memiliki masalah dengan emosinya. Karenanya Muhlis menyarankan Ahok untuk memeriksakan diri ke psikiater.

“Saya sarankan Pak Ahok ke psikiater, supaya tidak gampang marah sama orang lain,” katanya.

Muhlis mengungkapkan masih banyak sekali yang harus dilakukan oleh seorang gubernur DKI Jakarta ketimbang marah-marah tidak karuan. Saat ini, kata Muhlis, warga Jakarta dihantui oleh rasa takut akibat banyaknya terjadi pembegalan.

“Sebagai kepala daerah, mestinya Ahok bekerjasama dengan stakeholder di DKI Jakarta seperti Polda Metro Jaya, KODAM Jaya dan seluruh elemen masyarakat untuk memberantas pelaku kriminal seperti komplotan begal yang bergentayangan di wilayah Jakarta,” terang Ketua Umum Himpunan Generasi Muda Madura (Higemura) itu.

Karenanya, kata Muhlis, PPJ menilai kepemimpinan Ahok justru membuat Jakarta semakin tidak kondusif.  Muhlis meminta kepada DPRD DKI Jakarta untuk terus mendorong hak angket sampai kepada pemakzulan Ahok.

“Hak angket DPRD harus dituntaskan dan berhasil memakzulkan Ahok,” tandasnya.