Yusril: Banyak yang Lupa Kita Hidup di Zaman Merdeka

Foto: Sayangi.com

Jakarta, Sayangi.com – Pakar hukum tata negara Prof. Yusril Ihza Mahendra mengatakan siapapun harus menghormati keputusan seseorang untuk mengambil langkah hukum dalam konteks pembelaan atas suatu perkara yg menimpa dirinya, termasuk menenempuh gugatan praperadilan.

“Tidak perlu kita melecehkan¬† orang yang bersangkutan,” kata Yusril dalam pernyataan persnya, Kamis (26/2).

Yusring menjelaskan, negara memang berwenang untuk menyatakan warganya menjadi tersangka atau malah terdakwa dalam tindak pidana. Namun warga tersebut juga berhak untuk membela diri.

“Negara menjalankan kekuasaannya melalui aparatur yang notabene adalah manusia yang bisa benar dan bisa salah dalam bertindak, bahkan bisa juga menyalahgunakan wewenang yang ada pada dirinya,” terangnya.

Dikatakan Yusril, hubungan negara dengan warganya dalam penegakan hukum adalah seimbang. Itulah semangat amandemen UUD 45 dan KUHAP.

“Kita bukan lagi hidup di zaman kolonial dimana posisi negara lebih kuat dari warganya. Ini pula makna dari “due process of law” artinya proses penegakan hukum yg benar dan adil, bukan atas dasar stigma apalagi kebencian terhadap warga yang belum tentu bersalah atas sesuatu yang disangkakan atau dituduhkan kepadanya,” ungkapnya.

Lebih jauh Yusril menambahkan, penegakan hukum haruslah fair, jujur dan adil serta jauh dari kesewenang-wenangan.

Negara menegakkan hukum kepada warganya sendiri, bukan penjajah kepada rakyat yang dijajahnya. Banyak yang lupa kalau kita kini hidup di zaman merdeka, bukan zaman kolonial lagi,” tandasnya.