GAFATAR: Persoalan Pangan adalah persoalan Hidup dan Mati

Jakarta, Sayangi.com – Ketua Umum Gerakan Fajar Nusantara (GAFATAR) Mahful M. Tumanurung mengatakan pangan merupakan kebutuhan primer manusia, sehingga pangan menjadi satu komoditas penting dan strategis bagi setiap bangsa, tidak terkecuali bangsa Indonesia.

“Karenanya, di tahun 2015 ini program yang akan dilakukan GAFATAR adalah mewujudkan program kedaulatan pangan,” kata Mahful saat memberi sambutan dalam pembukaan rapat kerja nasional (rakernas) III GAFATAR di Gedung Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (26/2).

Mahful juga mengutip pernyataan Proklamator Indonesia, Bung Karno, persoalan pangan adalah persoalan hidup dan mati.

“Untuk itu, pangan sebagai kebutuhan dasar rakyat harus dapat dipenuhi oleh pemerintah dan masyarakat secara bersama-sama,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Mahful, persoalan pangan adalah sesuatu yang turut mempengaruhi seluruh aspek kehidupan manusia, mulai dari lingkungan, sosial, ekonomi, politik, pendidikan, kesehatan, budaya, hingga pertahanan dan keamanan.

“Kesejahteraan di bidang pangan akan menghantarkan suatu bangsa kepada kesejahteraan di bidang lainnya,” tegasnya.

Menurut Mahful, inilah salah satu sebab mengapa GAFATAR memilih program kedaulatan pangan sebagai program utama.

“Atas dasar spirit suci dari Tuhan Yang Maha Esa dan dilandasi serta didorong oleh niat yang mulia untuk ikut aktif menyejahterakan bangsa ini, GAFATAR terpanggil untuk ikut aktif dalam program kedaulatan pangan yang juga digulirkan Presiden Joko Widodo. Program ini sudah mulai dilakukan di seluruh wilayah nusantara oleh masing-masing DPD, dan menjadikan wilayah Borneo (Kalimantan) sebagai daerah percontohan kedaulatan pangan tersebut,” tandasnya.

Untuk diketahui, sejak awal berdirinya pada 14 Agustus 2011, GAFATAR bertekad untuk mewujudkan tata kehidupan masyarakat, bangsa dan negara dibawah naungan Tuhan YME. Untuk itu, GAFATAR sejak awal berketetapan hati untuk mewujudkan cita kejayaan nusantara sebagai matahari dunia, bangsa percontohan di muka bumi, dengan Pancasila sebagai azas organisasi.