MenPAN-RB Yuddy Buka Kesempatan Kembali Honorer K2 Jadi PNS

Jakarta,Sayangi.Com– Kabar gembira bagi para tenaga honorer eks K2 (yang gaji/pendapatannya tidak bersumber dari APBN/APBD).

Seperti dirilis Humas Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Kamis (26/2), Pemerintah memberi kesempatan kembali kepada tenaga honorer K2 yang memenuhi persyaratan tetapi belum lulus (Eks K2) untuk ikut tes menjadi calon pegawai negeri sipil (PNS).

“Rencananya tes untuk honorer eks K2 ini akan dilaksanakan pertengahan tahun 2015 secara serentak guna menghindari terjadinya manipulasi,” kata Menteri PAN-RB Yuddy Chrisnandi saat menerima perwakilan honorer K2 di kantornya, Jakarta, Kamis.

Sebelum bisa mengikuti tes, Yuddy mengingatkan, bahwa para tenaga honorer Eks K2 juga diwajibkan melengkapi Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM) dari Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) masing-masing.

Yuddy mengakui, jika merujuk kepada ketentuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 48 Tahun 2005, PP Nomor 43 Tahun 2007, dan PP Nomor 56 Tahun 2012, persoalan honorer K2 sebenarnya sudah selesai.

Tetapi, kata Yuddy, ia melihat realitanya masih menyisakan persoalan dan banyak aspirasi yang perlu diperhatikan, sehingga Kementerian PAN-RB saat ini sedang merumuskan solusinya.

Yuddy menegaskan, untuk bisa diangkat menjadi PNS, para tenaga honorer itu tetap haru melalui tes. Namun, pemerintah mempertimbankan ada prioritas bagi honorer K2 yang berusia diatas 35 tahun.

“Jumlahnya tidak akan lebih dari 456 ribu, bahkan mungkin kurang,” kata Yuddy, tentang formasi yang tersedia.

Yang Belum Lengkap Batal

Dalam kesempatan itu, Menteri PAN-RB Yuddy Chrisnandi juga menyampaikan sikap pemerintah terkait status sekitar 80 ribu orang yang lulus seleksi CPNS dari jalur K2 yang belum dilakukan pemberkasan di Badan Kepagawaian Negara (BKN) karena tidak dilengkapi SPTJM atau tidak memenuhi persyaratan administrasi.

Menurut Yuddy, kelulusan mereka otomatis dibatalkan karena tidak mampu memenuhi persyaratan administrasi yang ditentukan. “Kekosongan formasi tersebut diproyeksikan untuk diisi Eks K2 asli yang akan mengikuti tes nanti,” katanya.

Yuddy berharap dengan adanya kebijakan ini maka seluruh persoalan honorer K2 bisa selesai di akhir tahun 2015.

Menanggapi penjelasan MenPAN-RB, Titin yang merupakan ketua Forum Honorer K2 Indonesia mengatakan menerima putusan Menteri PANRB tersebut. Namun, dia meminta agar Menteri bisa mempertimbangkan jika ada honorer K2 asli yang kembali tidak lulus saat ujian nanti.

“Kalau tidak lulus lagi mau diapakan honorer ini? Mohon itu menjadi bahan pertimbangan pak Menteri,” kata Titin.

Yuddy mengatakan akan mempertimbangkan semua aspirasi tersebut. Walaupun tentu keputusannya nanti tidak akan disukai semua pihak.

“Setiap keputusan yang dibuat memang tidak sepenuhnya disukai semua pihak, tetapi kalau itu baik, maka saya akan tetap melakukannya,” kata Yuddy.