Mulai 1 Maret, Harga Premium di Jawa-Bali Naik Jadi Rp6.900/liter

Jakarta,Sayangi.Com– Berlaku mulai 1 Maret 2015 pukul 00.00 WIB, PT Pertamina (Persero) menaikkan harga premium nonsubsidi di wilayah Jawa dan Bali dari Rp6.700 per liter menjadi Rp6.900 per liter.

Pengumuman kenaikan harga premium untuk wilayah Jawa dan Bali tersebut disampaikan oleh Wakil Presiden Komunikasi Pertamina Ali Mundakir di Jakarta, Sabtu (28/2).

Seperti diketahui, sesuai Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014, premium tidak lagi disubsidi oleh Pemerintah. Pemasaran atau distribusinya dibagi dua, yakni Pertamina untuk premium umum di Jawa-Bali, dan oleh pemerintah untuk premium penugasan di luar Jawa-Bali.

Hari ini, Kementerian ESDM juga mengumumkan kenaikan harga premium wilayah penugasan di luar Jawa-Bali menjadi Rp6.800 per liter, atau naik Rp200 dari harga sebelumnya Rp6.600 per liter.

Meski harga premium naik, menurut Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian ESDM, Saleh Abdurrahman, harga jual minyak tanah tetap sebesar Rp 2.500/liter. Demikian pula harga solar tetap Rp6.400 per liter.

“Kalau melihat perkembangan harga minyak dunia, seharusnya harga BBM jenis solar perlu dinaikkan. Namun, demi kestabilan perekonomian nasional, pemerintah memutuskan harga solar tetap,” kata Saleh dalam siaran persnya Sabtu (28/2).

Menurut Saleh, rata-rata harga indeks pasar minyak solar (MOPS gasoil) sepanjang Februari 2015 mengalami kenaikan pada kisaran 62-74 dolar AS perbarel, sedangkan MOPS premium mengalami kenaikan pada kisaran 55-70 dolar per barel.