Iress: Dirut Antam Harus Pahami Pertambangan dan Manajemen SDM

Jakarta, Sayangi.com – PT Anak Tambang (Antam) Tbk dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan saham hingga miliaran rupiah. Salah satu penyebab kondisi tersebut adalah karena pemahaman direksi terhadap dunia pertambangan sekaligus tidak profesional dalam mengelola sumber daya manusia (SDM) di internal perusahaan milik BUMN tersebut.

Demikian diungkapkan Direktur Eksekutif Indonesian Resource Studies (Iress) Marwan Batubara kepada wartawan di Jakarta, Minggu (29/3/2015). Menurut Marwan, pemahaman direksi, terutama seorang direktur utama menjadi persyaratan penting yang mesti dimiliki guna memajukan Antam.

“Jadi pemimpin di Antam itu harus punya keahlian di bidang pertambangan dan kemudian bebas dari KKN, baik secara personal maupun kelompok,” kata Marwan kepada wartawan di Jakarta, Minggu (29/3/2015).

KKN yang dimaksudnya adalah proses penentuan pemimpin Antam didasarkan pada kepentingan dengan pemerintah, dalam hal ini presiden hingga menteri tertentu. Bila itu masih terjadi menurut Marwan, sulit kondisi Antam saat ini diperbaiki.

“Jangan menempatkan orang-orang yang salah, apalagi tidak memiliki skill untuk Antam ke depan. Perbaikilah Antam ini dengan benar dan memasukkan direksi yang berkualitas,” jelasnya.

Selain itu syarat lainnya untuk memimpin Antam, kata dia, yakni memahami personalia di internal Antam. Manajemen di perusahaan milik BUMN tersebut juga mengombinasikan dengan komponen yang bisa memajukan Antam, yakni orang yang punya kemampuan membangun personalia.

“Saat ini di Antam bisa terjadi seperti kondisi yang sekarang karena masih terdapat orang-orang yang enggak amanah. Selain itu di dalamnya cenderung ada intervensi dari luar, pimpinannya kurang memahami personalia dan karyawan di internal” ungkapnya.

Marwan juga menyoroti masuknya beberapa tim sukses Jokowi seperti Refly Harun dan Sukardi Rinakit dalam petinggi BUMN. 

“Memang bukan hal aneh di setiap pemerintahan sektor BUMN selalu dijadikan lahan empuk untuk tim sukses. Tapi orang yang ditempatkan harus paham bidang apa yang mau dikerjakan. Jangan sampai asal-asalan menempatkan orang hanya karena ingin balas jasa. Itu bukan cara memajukan BUMN,” tegas Marwan.

Marwan menjelaskan, sebagai BUMN, Antam harus dilepaskan dari pemimpin yang punya visi-misi yang jelas. Pemimpin bukan malah membuat perusahaan rugi, tapi harus meraup keuntungan demi Negara.

“Yang jelas, presiden harus selektif, tidak bisa menempatkan orang yang sudah membuat Antam rugi. Ini akan menjadi fatal ke depan,” pungkasnya.