Mahasiswa Desak KPK Tangkap Alex Usman dan Rina Aditya Sartika

Jakarta, Sayangi.com – Sejumlah mahasiswa yang menamakan diri Aliansi Mahasiswa Jakarta (Aswaja) menggelar aksi demonstrasi di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka menuntut KPK untuk mengusut tuntas kasus pengadaan uninterrupted power supply (UPS) karena telah merugikan rakyat.

Koordinator aksi, Al-Riantoby, mengatakan, pihaknya sudah menanyakan pegadaan tersebut ke beberapa sekolah di Jakarta Barat yang katanya menerima UPS tersebut.

“Kami sudah tanya beberapa kepala sekolah. Mereka dikumpulkan di satu ruangan lalu dikasih pilihan, mau alat fitnes, UPS, atau printer dan scanner 3D. Korupsi proyek UPS. Seharusnya mereka ditanya apa kebutuhan disekolah mereka? Bukan diberi pilihan mau alat yang mana? Ini ciri khas proyek titipan,” kata Riantoby di gedung KPK, Jakarta, Senin (30/3).

Menurut Riantoby, masyarakat dapat menilai siapa oknum di dinas pendidikan yang diduga memainkan proyek UPS, dengan merujuk ke data APBD Perubahan 2014 dan RAPBD 2015. Dari data anggaran-anggaran itu, dapat terpetakan dalang pengadaan alat catudaya itu.

“Pengadaan UPS, terutama yang Alex Usman, dia semula di Jakarta Barat, lalu dia dipindah di Jakarta Selatan cek saja APBD-P dan APBD-nya, proyek ini ngikutin pejabat ini pergi. Alex Usman telah diperiksa 2 kali sebagai saksi oleh penyidik Tipikor Polda Metro Jaya atas keterlibatan dia dalam pengadaan UPS 2014 di beberapa sekolah di Jakarta Barat,” ujarnya.

Alex Usman adalah mantan kepala seksi bidang sarana dan prasarana suku dinas pendidikan menengah Jakarta Barat. Saat ini ia menjabat sebagai kepala seksi bidang sarana dan prasarana suku dinas pendidikan menengah jakarta selatan.

“Oleh karenanya, kami menuntut tangkap dan Adili Alex Usman atas skandal korupsi UPS. Kami juga menuntut Rina Aditya Sartika (Anggota DPRD F-Gerindra) atas skandal kasus korupsi buku. Kasus korupsi itu sendiri terjadi dengan modus operandi melakukan mark up anggaran pengadaan buku,”  pungkas Riantoby.