Golkar Kubu Agung Akan Beri Surat Peringatan ke Setya Novanto

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta,Sayangi.Com– DPP Partai Golkar pimpinan Agung Laksono merasa kesal dengan sikap Ketua DPR Setya Novanto yang tak pernah mau diundang rapat dan cenderung mempersulit Fraksi Partai Golkar DPR pimpinan Agus Gumiwang Kartasasmita untuk menggunakan ruang rapat di gedung DPR.

“Kami mendapatkan info dari Ketua Fraksi Golkar (Agus Gumiwang), bahwa Pak Setya Novanto diundang rapat berkali-kali tidak memberikan kabar. Maka diusulkan untuk diberi surat peringatan pertama,” kata Sekjen DPP Partai Golkar Zainudin Amali, di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Kamis (2/4).

Menurut Zainudin, usul pemberian surat peringatan kepada Setya Novanto dan sejumlah kader Golkar pimpinan Aburizal Bakrie disampaikan dalam rapat pleno pengurus DPP Partai Golkar pimpinan Agung Laksono, Rabu (1/4) malam.

“Berdasarkan info dari Ketua Fraksi Golkar DPR yakni Agus Gumiwang, pihaknya kerap tidak mendapatkan izin oleh Sekretariat Jenderal DPR untuk menggunakan ruang rapat di gedung parlemen. Saat dikonfirmasi, Sekjen DPR mengaku sangat bergantung pada pimpinan DPR dalam hal ini Setya Novanto,” kata Zainudin Amali.

Selain Setya Novanto, kader lain yang akan diberi surat peringatan adalah mereka yang dinilai tidak mengindahkan putusan Menkumham Yasonna Laoly, yakni Ade Komarudin dan Bambang Soesatyo selaku ketua dan sekretaris Fraksi Golkar DPR versi Aburizal Bakrie.

Sementara itu, Ketua DPP Partai Golkar Leo Nababan menjelaskan bahwa landasan pemberian surat peringatan pertama itu adalah aspek prestasi, dedikasi, loyalitas dan tidak tercela (PDLT) dari masing-masing kader.

Dia mencontohkan, dalam hal koalisi, DPP Golkar versi Munas Jakarta sudah menyatakan menarik diri dari Koalisi Merah Putih, namun masih ada segelintir kader yang bercokol di koalisi itu.

Leo mengatakan dirinya sudah berbicara dengan Setya Novanto secara pribadi atas rencana dilayangkannya surat peringatan tersebut.

“Pak Setya Novanto sahabat saya 38 tahun. Tapi politik pilihan, saya katakan ke Setya Novanto, nanti sore kau terima surat peringatan,” kata Leo Nababan.

Menurut Leo apabila Setya Novanto, Ade Komarudin dan Bambang Soesatyo tidak juga mengindahkan surat peringatan itu maka akan dilayangkan surat peringatan kedua, hingga batasnya adalah pemanggilan kembali atau pergantian antarwaktu (PAW).

Sumber: Antara