Minyak Turun Pasca Iran Sepakati Kerangka Perjanjian Nuklir

New York,Sayangi.Com– Harga minyak mentah dunia turun, Kamis (2/4) waktu New York atau Jumat pagi WIB, setelah enam kekuatan dunia dan Iran bersepakat tentang kerangka kerja yang membatasi program nuklir Iran.

Garis besar kesepakatan menandai terobosan besar dalam kebuntuan selama 12 tahun antara Iran dan Barat, yang sejak lama mengkhawatirkan Teheran akan membangun bom nuklir. Iran menegaskan program nuklirnya adalah untuk tujuan damai.

Penyusunan perjanjian secara penuh akan segera dimulai, dengan batas waktu 30 Juni untuk menyelesaikannya. Sanksi-sanksi terhadap Iran akan dicabut setelah badan atom PBB memverifikasi Iran benar-benar memenuhi ketentuan kesepakatan.

Kelompok yang disebut P5 + 1, yang terdiri dari Amerika Serikat, Inggris, Tiongkok, Prancis dan Rusia ditambah Jerman — berharap bahwa kesepakatan itu akan membuat Iran hampir tidak mungkin membuat senjata nuklir dengan kedok program sipil.

Pencabutan sanksi bisa membuka aliran minyak mentah Iran ke pasar global yang sedang kelebihan pasokan, dan telah mendorong harga minyak mentah jatuh lebih dari 50 persen sejak Juni tahun lalu.

Kemungkinkan ekspor minyak mentah Iran akan membanjiri pasar, membuat minyak mentah Brent North Sea untuk kontrak pengiriman Mei merosot 2,15 dolar AS, ke posisi 54,95 dolar AS per barel di perdagangan London.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, turun 95 sen menjadi 49,14 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Pada awal konferensi pers di Lausanne, Swiss, harga WTI, yang telah diperdagangkan lebih rendah ketika pasar dibuka, jatuh ke level 48,11 dolar AS per barel.

Analis-analis Commerzbank, mengutip sumber-sumber pengiriman, mengatakan pada awal pekan ini bahwa Iran memiliki setidaknya 30 juta barel minyak mentah di penyimpanan di atas kapal-kapal tanker yang bisa cepat bergerak ke pasar jika sanksi dicabut.

Iran memiliki cadangan minyak terbesar keempat di dunia. Ekspor minyak mentah anggota OPEC ini telah jatuh dari lebih dari 2,2 juta barel per hari pada 2011 menjadi sekitar 1,3 juta barel per hari karena sanksi AS-Uni Eropa.

Sumber: AFP/Reuters