Dirjen Pajak Bentuk Satgas Tangani Faktur Fiktif

Foto: Sayangi.com/Emil

Serang, Sayangi.com – Direktorat Jenderal Pajak (DJP) secara resmi memulai kegiatan Satuan Tugas Penanganan Faktur Fiktif, Selasa (21/4). Direktur Intelejen dan Penyidikan DJP Yuli Kristiyono mengatakan, faktur itu disebut Fiktif karena tidak berdasarkan transaksi yang sebenarnya. saat menggelar konferensi Pers di kantor DJP Banten, Selasa (21/4).

“Satgas ini adalah upaya terobosan DJP melibatkan seluruh kalangan untuk penanganan lebih cepat, sistematis, dan komprehensif atas penerbitan dan atau penggunakaan faktur pajak fiktif,” kata Yuli

Ia mengungkapkan, kegiatan ini telah dimulai di kantor wilayah DJP Jakarta, sejak Juni 2014, Selama kurang lebih enam bulan di tahun 2014, satgas berhasil mengkonfirmasi 499 wajib pajak dari lima Kanwil pajak di Jakarta.

“80,76 persen, atau 403 wajib pajak mengakui perbuatannya (menggunakan faktur pajak fiktif), sedangkan sisanya menyanggah atau dilanjutkan proses selanjutnya,” terangnya.

Dijelaskan Yuli, dari angka Rp. 934,21 miliar nilai total faktur pajak yang diklarifikasi sebesar 76,54 persen atau Rp. 715.02 miliar, dan disetujui oleh wajib pajak untuk dibayar.

Atas dasar itulah, ujarnya, kegiatan Satgas diperluas wilayah kerjanya di Kanwil DJP di luar Jakarta, dan dimulai dari Kanwil DJP Banten.
“Kami harapkan, dalam beberapa tahun ke depan seluruh wilayah kerja di pulau Jawa dapat kami jangkau dengan Satgas ini,” pungkasnya.