Fayakhun Andriadi Raih Doktor Ilmu Politik

Foto: fayakhun.com
Fayakhun Andriadi

Jakarta,Sayangi.Com– Politisi muda Partai Golkar, Fayakhun Andriadi, berhasil meraih gelar doktor ilmu politik dari Universitas Indonesia (UI), Depok, Selasa (26/5) siang.

Di hadapan tim penguji, anggota DPR RI dari Dapil DKI Jakarta II ini berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul: “Demokrasi Era Digital: Studi Kasus Penggunaan Media Sosial dalam Partisipasi Politik oleh Pendukung Pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta Periode 2012-2017”.

Dalam sidang terbuka yang digelar di Gedung F Lantai 2, Fisip UI Depok, Fayakhun mengemukakan penelitiannya tentang penggunaan media sosial sebagai sarana baru dalam mengekspresikan partisipasi politik khususnya pada Pilkada DKI Jakarta 2012.

Penggunaan media sosial sebagai sarana baru partisipasi politik, katanya, merupakan pelengkap (komplementer) dari bentuk partisipasi politik konvensional, seperti kampanye dan sosialisasi melalui pengerahan massa, spanduk, baliho, iklan, dan lainnya.

“Secara umum, partisipasi politik menggunakan media sosial memberikan nilai efektifitas dan efisiensi tersendiri yang melengkapi (komplementer) dan menunjang partisipasi politik dengan menggunakan media non digital,” kata Kun, sapaan akrab Fayakhun, yang lahir di Semarang pada 24 Agustus 1972.

Namun, katanya, media sosial juga memiliki beberapa titik lemah, antara lain pada problem efek negatif amplifikasi dan anonimitasnya.

Menurutnya, dalam konteks politik Indonesia secara khusus, implementasi demokrasi berbasis teknologi digital yang dikonseptualisasikan oleh Diana Saco, ataupun partisipasi politik berbasis dunia maya seperti dikonseptualisasikan oleh Pippa Norris, harus tetap dilihat secara kritis. Politik Indonesia memiliki basis sosial-kultural yang khas.

Fayakhun berpendapat, praktik politik di Indonesia tidak sepenuhnya dapat disamakan dengan praktik politik di Amerika Serikat maupun Eropa. Jadi, katanya, dalam konteks politik Indonesia, konsep Diana Saco tentang demokrasi digital harus tetap dilihat secara kritis dan proporsional. Sisi positifnya diakomodir, sementara sisi negatifnya dieleminir.

“Dalam konteks spirit demokrasi di Indonesia ke depan, maka ruang partisipasi politik berbasis teknologi digital ini dapat menjadi alternatif penguat (komplementer) partisipasi politik non-digital,” ujar Fayakhun.

Dihadiri Tokoh Golkar Dua Kubu

Fayakhun Andriadi adalah sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR RI kubu Agung Laksono. Tapi sidang terbuka gelar doktornya dihadiri oleh tokoh Golkar dari dua kubu yang saat ini sedang bersengketa di pengadilan.

Dari DPP Golkar hasil Munas Jakarta hadir antara lain Ketua Umum Agung Laksono, Sekjen Zainudin Amali, dan Waketum Priyo Budi Santoso. Sedangkan dari DPP hasil Munas Bali, hadir antara lain Waketum Setya Novanto yang juga Ketua DPR RI. Terlihat juga Ketua Mahkamah Partai Golkar Prof. Muladi, yang tidak lain adalah mertua Fayakhun.

Muladi sempat bergurau saat melihat Agung, Priyo, dan Novanto sedang berbincang dalam suasana akrab. “Kalau begini tinggal islah saja,” kata Muladi, disambut tawa para petinggi Partai Golkar lainnya.