Minta Lulung ke Penjara, Ahok Dinilai Lecehkan Aparat Hukum

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Pernyataan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang meminta Haji Lulung mengurung diri sendiri ke penjara dianggap sebagai bentuk intervensi dan pelecehan terhadap aparat hukum. Demikian disampaikan Wakil Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Provinsi DKI Jakarta Dany Kusuma.

“Saya melihat pernyataan Ahok tersebut telah melecehkan aparat hukum seakan-seakan orang yang baru statusnya sebagai saksi bisa dipenjarakan, itu sama saja memandang kalau aparat hukum bekerja atas dasar pesanan bukan profesionalitas,” tegas Dany Kusuma dalam sebuah pernyataan kepada Sayangi.com, Kamis (4/6) malam.

Menurut Dany, Ahok terlalu bersemangat ingin memenjarakan Haji Lulung sehingga tak segan-segan berusaha mengintervensi. Padahal menurut Dany, sejauh ini pihak kepolisian di Bareskrim dalam menyidik kasus UPS bekerja secara profesional dan tidak akan gegabah menetapkan seseorang sebagai tersangka tanpa berdasarkan alat bukti yang kuat.

“Pernyataan Ahok itu bentuk intervensi. Kenyataanya, saat ini justru banyak pejabat Pemprov DKI yang nota bene anak buah Ahok ditetapkan tersangka dalam berbagai kasus korupsi. Ini artinya ada problem kepemimpinan di Pemprov DKI Jakarta,” ujar Dany.

Sebelumya, Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana (Haji Lulung) menyarankan Ahok untuk mundur sebagai gubernur sebelum dimakzulkan dari hasil Hak Menyatakan Pendapat (HMP) yang tengah digulirkan legislatif. Haji Lulung juga meminta Ahok bertanggung jawab atas banyaknya eksekutif yang terlibat korupsi.

“Banyaknya eksekutif yang melakukan korupsi, sebaiknya Ahok malu dan harus mengundurkan diri. Dia harus bertanggungjawab,” ujar Lulung.

Menanggapi permintaan Lulung, Ahok bersuara keras dan meminta tokoh tanah abang itu mengurung diri di penjara.

“Ya begitu juga kalau gitu Pak Lulung daripada Bareskrim susah-susah panggil kamu repot, lebih baik kamu mengurungkan diri sendiri,” kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Kamis (4/6).

“Daripada diduga jadi saksi tersangka, dicuriga-curigai, daripada Pak Polisi susah-susah nyari barang bukti lagi, kenapa nggak mengurungkan diri saja ke penjara gitu loh,” lanjut Ahok.